Rumahnya Angker, Kini jadi Alasan Tersangka Pembunuh Bayi di Kampung Patrol

Tempat kejadian pembunuhan bayi oleh ibu kandungnya, sekaligus rumah tersangka di Kampung Patrol, Desa Sindangpalay, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, tampak sepi tak berpenghuni, Jumat (27/10/2017)/ foto: Andri/'GE'

GARUT,(GE).- Beberapa hari pacatragedi pembunuhan bayi usia 3 bulan oleh ibunya sendiri, kini rumah tersangka di kawasan Kampung Patrol, Desa Sindangpalay, Kecamatan Karangpawitan tampak sepi tak berpenghuni, Kamis (26/10/17).

Memang pascakejadian tragis itu, rumah tersebut tidak ditempati lagi, bahkan ayah korban memilih tinggal di rumah saudaranya. Sementara ibu si bayi (alm) masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Garut.

Hingga saat ini pihak kepolisian sendiri masih memeriksa kejiwaan tersangka. Polisi dengan dibantu psikiater dari Polda Jabar terus melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif pelaku sebenarnya yang telag sadis menghabisi darah dagingnya sendiri.


Pemeriksaan dengan melibatkan psikiater ini salah satuya untuk memastikan kejiwaan tersangka. Seperti diketahui, sebelumnya CC (27) tersangka tunggal pelaku pembunuhan terhadap anaknya sendiri ini sempat mengakui bahwa tindakan sadisnya dilatar belakagi bisikan ghaib.

Belakangan dari hasil pemeriksaan psikiater dan kepolisian, terangsangka mengakui bahwa rumah yang selama ini ditempatinya memiliki auwa mistis dan angker.

Menurut Kapolres Garut, AKBP Novri Turangga, pihak keoplisian tidak bisa serta merta menerima alasan yang diungkapkan tersangka. Hingga saat ini kepolisian masih menunggu hasil tes kejiwaan terhadap tersangka.

“ Ya, kita sudah minta kepada psikiater untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan. Pemeriksaan sudah dilakukan tinggal menunggu hasilnya. Secara kasat mata sehat, tapi kita tidak bisa menentukan ini sehat atau tidak.  Dari hasil pemeriksaan mengakui semua bahwa dia sebagai pelakunya, kita belum bisa pastikan meskipun ada alasan bahwa rumahnya angker, tapi kita tidak percaya itu sebelum ada hasil dari psikiater,” ungkapnya. (Andri)***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI