Rumah Sakit Segera Dibangun di Malangbong, Wabup: Pembebasan Tanahnya Sudah Dilakukan

GARUT, (GE).- Setelah berhasil mewujudkan pendirian Rumah Sakit Umum (RSU) Pameungpeuk di kawasan Garut Selatan, beberapa tahun silam. Tahun ini Pemkab Garut akan membangun rumah sakit di kawasan Garut Utara, yakni di Kecamatan Malangbong, dengan anggaran sekitar Rp 50 miliar dan berikutnya akan dibangun pula rumah sakit milik Pemerintah Garut di Kecamatan Limbangan.

” Untuk rumah sakit di Garut Utara itu sudah dianggarkan pada Tahun 2017 ini dan pembebasan tanahnya sudah dilakukan tahun 2016. Nah tahun ini pasti akan mulai, bagaimana rumah sakit ini bisa berdiri. Mohon do’anya saja agar proses lelangnya berjalan lancar, sehingga tidak ada yang ditangguhkan,” ungkap Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, usai menghadiri seminar kesehatan, yang diselenggarakan Forum Komunikasi kesehatan (Forkokes), di Gedung Pendopo Garut, Sabtu (21/01/2017).

Menurut Helmi, pembangunan RSU Malangbong itu diharapkan bisa selesai tahun ini, sehingga tahun depan sudah bisa dipergunakan. Sedangkan pembebasan tanah untuk pendirian RSU Limbangan dan Kecamatan Bungbulang akan dilaksanakan tahun ini.


Helmi pun menerangkan kondisi fisik bangunan tempat-tempat layanan kesehatan, seperti rumah sakit dan puskesmas milik Pemkab Garut mengalami peningkatan yang cukup baik, dibanding awal dirinya dan Rudy Gunawan memimpin Garut.

” Alhamdulillah dari segi fisiknya, 75 persen sudah berubah dari master plan nya. Kalau dulu kata kepala dinas, puskesmas yang baik itu baru ada dua, sekarang sudah banyak puskesmas yang lebih nyaman, bersih dan cantik,” tuturnya.

Diungkapkannya pula. pada tahun ini Pemkab Garut akan membangun 10 Puskesmas baru.” Setelah saya beri masukan kepada Pak bupati, beliau respek dengan programnya mengutamakan infrastruktur, termasuk infrastruktur kesehatan. Insya Alloh tahun akan dibangun 10 Puskesmas, disamping membangun rumah sakit,” katanya.

Ditambahkannya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bidang kesehatan sudah cukup baik, namun IPM ekonomi, dalam hal ini daya beli masyarakat agak terpuruk. Oleh karenanya, sambung Helmi, daya beli masyarakat harus ditingkatkan.

” Dengan perhitungan yang baru, IPM kesehatan meningkat, tetapi daya beli terpuruk. Olehkarena itu, daya beli masyarakat harus ditingkatkan, dan IPM kesehatan terus kita dorong. Sebab peningkatan daya beli itu berkaitan dengan produktivitas. Produktivitas itu, tidak terlepas dari tingkat kesehatan masyarakat,” paparnya.

Sehingga sambung Helmi, seminar yang diselenggarakan Forkokes kali ini bertemakan “Peran kesehatan dalam rangka meningkatkan IPM ekonomi, daya beli masyarakat”. (Dief)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI