RSU Pameungpeuk Ditarik Provinsi, Situ Bagendit dan Cangkuang Sepenuhnya Dikelola Pemkab Garut

Situ Bagendit yang berlokasi di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut akan dikeola sepenunya oleh Pemkab Garut/Cep/"GE"

PEMKAB,(GE).- Pengelolaan Rumah Sakit Umum (RSU) Pameungpeuk tak lama lagi akan berada di tangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Hal ini menyusul pelimpahan pengelolaan rumah sakit satu-satunya di wilayah selatan Garut tersebut dari Pemkab Garut ke Pemprov Jabar.

Informasi yang berhasil dihimpun “GE”, Bupati Garut H. Rudy Gunawan dan Wakil Bupati dr. Helmi Budiman telah sepakat untuk memberikan pengelolaan RSU Pameungpeuk kepada Pemprov Jawa Barat. Namun dalam pemberian pengelolaan itu, Bupati dan Wakil Bupati memberikan syarat agar Pemprov Jabar bersedia memberikan asetnya kepada Pemkab Garut. Sedikitnya ada 14 aset yang diminta oleh Pemkab Garut.

“Kami telah melayangkan syarat terkait penyerahan pengelolaan RSU Pameungpeuk kepada Pemprov Jabar. Salah satunya aset Situ Bagendit dan Situ Cangkuang yang nantinya harus diserahkan kepada Pemkab Garut. Selain itu aset gedung bekas Kantor Samsat yang menjadi salah satu aset yang harus diserahkan kepada Pemkab Garut,” ujar Bupati Garut, H. Rudy Gunawan.

Bupati menegaskan, selama ini pengelolaan Situ Bagendit dan Situ Cangkuang tidak maksimal karena kepemilikan asetnya masih di provinsi. Jadi, dengan pemberian pengelolaan RSU Pameungpeuk ini menjadi jalan untuk pelimpahan aset provinsi yang ada di Garut.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menjelaskan, saat ini proses pelimpahan RSU Pameungpeuk masih dalam tahap persiapan. Dia berharap, setelah dikelola pihak Pemprov Jabar, pelayanan rumah sakit tersebut bisa meningkat. “Dengan pengelolaan oleh Pemrov, pelayanan di rumah sakit yang sekarang masih tipe D ini nantinya diharapkan bisa meningkat. Saya berharap ke depannya tipe rumah sakit tersebut bisa naik menjadi tipe C atau B,” ujar Helmi, Senin (9/11/2015).

Menurut Helmi, pelimpahan RSU Pameungpeuk tersebut diperkirakan nilainya mencapai Rp 30 miliar. Sebagai gantinya, Pemkab Garut akan meminta Pemprov Jabar untuk menyerahkan sejumlah asetnya yang ada di wilayah Kabupaten Garut. Helmi memperkirakan, nilai asset Pemrov yang akan diberikan ke Garut akan lebih besar dari nilai aset RSU Pameungpeuk.

Proses lobi, tutur Helmi, hingga saat ini masih terus dilakukan. Pemkab Garut meminta 14 aset Pemprov yang ada di Kabupaten Garut, di antaranya Situ Cangkuang dan Situ Bagendit. Helmi mengaku yakin dengan adanya pelimpahan dan hibah ini, kedua belah pihak akan sama-sama diuntungkan.

Helmi menambahkan, jika nanti sudah dikelola Pemprov dan tipenya sudah meningkat, pelayanan di RSU Pameungpeuk ini bisa meningkat. Sehingga bukan hanya melayani masyarakat Garut tapi juga masyarakat dari wilayah Jabar selatan, yaitu Cianjur selatan dan Tasikmalaya selatan. Dengan demikian, keberadaan RSU Pameungpeuk bukan hanya dapat dirasakan oleh warga Garut selatan tapi juga warga Cianjur dan Tasikmalaya.

Dikatakannya, keuntungan lainnya bagi Garut, anggaran yang biasa diberikan kepada RSU Pameungpeuk nantinya bisa digunakan untuk membangun fasilitas kesehatan di kecamatan lain seperti pembangunan rumah sakit di Kecamatan Bungbulang.

Diterangkannya, dalam setahunnya, anggaran yang digelontorkan ke RSU Pameungpeuk cukup besar yaitu mencapai sekitar Rp 10 miliar. Anggaran tersebut nantinya bisa digunakan untuk membeli tanah yang bisa digunakan untuk membangun rumah sakit di daerah lainnya.

“Selama ini Pemkab selalu kesulitan jika ingin meminta bantuan anggaran ke pemerintah pusat untuk membangun rumah sakit. Alasannya, Pemkab kesulitan menyediakan tanah untuk pembangunan rumah sakit. Setelah anggaran untuk RSU Pameungpeuk bisa dialihkan, kami bisa membeli tanah sehingga pusat bisa menurunkan anggarannya untuk pembuatan rumah sakit baru,” kata Helmi.(Farhan SN)***