Ririn, Balita Bergizi Buruk Butuh Uluran Tangan

KARANGPAWITAN, (GE).- Kata “Memilukan,” rasanya tak cukup untuk menggambarkan nasib yang menimpa seorang balita ini. Adalah Ririn (19 bulan) balita malang yang menderita gizi buruk sejak lahir. Kondisi Ririn saat ini sangat memprihatinkan, selain menderita gizi buruk, anak ini juga didiagnosa terserang gangguan perkembangan otak. Berat badan Ririn saat ini hanya seberat 4 Kg, jauh dibawah rata-rata berat badan anak seusianya.

Memang, anak yang sudah seharusnya mendapatkan belaian kasih sayang orang tuanya ini berasal dari kalangan keluarga tidak mampu secara ekonomi. Kini Ririn hanya mendapatkan perawatan seadanya dari sang nenek, Dedeh Jubaedah (56). Sementara itu, ke ayah Ririn bekerja menjadi buruh di kawasan Garut Selatan, begitu juga dengan sang ibundanya harus pergi mengais rizki pergi ke kota Bandung.

“Ya, kasihan Ririn, ke dua orang tuanya sudah beberapa bulan terakhir ini pergi ke Bandung untuk mencari rizki. Sementara saya hanya bisa merawat alakadarnya, kan saya juga harus mengurus cucu cucu yang lainnya,” tutur Dedeh, seraya menyeka air matanya, saat djumpai ‘GE’ Minggu (17/01/2016)

Nenek Ririn kini dengan segala keterbatasannya harus merawat cucu kesayangannya. Dedeh juga kini bershabar mengurus ke enam cucunya di sebuah rumah kontrakan yang amat sederhana di kawasan Kampung Parabon, RT 02/11, Desa Godog, Kecamatan Karangpawitan, Garut.

“Untuk bayar kontrakan saja, Rp 600 ribu sebulan. Belum kebutuhan makan sehari-hari. Ya, saya hanya bisa pasrah dengan penghasilan tidak jelas.” Ucapnya, lirih.

Nenek Ririn mengatakan, cucunya kini hanya bisa terbaring lemah, dan kerap menangis seperti menahan sakit. Asupan makanan yang disarankan oleh dokter, biskuit dan susu tampaknya bagi Dedeh yang hanya berpenghasilan dari buruh menjahit, sangatlah memberatkan.

“Untuk biaya makan cucu-cucu kami saja sudah berat. Sebernanya dokter menyarankan untuk berobat ke dokter spesialis. Jangankan untuk ke dokter, untuk kebutuhan makan sehari-hari saja saya kadang bingung,” tuturnya, kembali terisak menahan tangis. (Useu G Ramdani)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN