Ribuan Siswa dan Belasan Guru Terkena Dampak Banjir Bandang di Garut

KOTA, (GE).- Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut Mahmud, menyebut jumlah sementara siswa yang terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Garut mencapai 2.200 orang. Ia menjelaskan, para siswa ini terdiri dari mereka yang rumahnya terendam dan hancur, serta siswa yang sekolahnya ikut diterjang banjir.

“Siswa yang terdampak ini terdiri dari mulai setingkat TK, SD, SMP, dan SMA,” ucap Mahmud di Kantor Disdik Garut, Minggu (25/9/2016).

Mahmud menjelaskan, pihak Disdik Kabupaten Garut saat ini masih melakukan pendataan terhadap jumlah siswa yang terdampak ini. Selain siswa, Mahmud mengaku pihaknya juga menerima laporan sebanyak 15 guru turut menjadi korban banjir bandang.


“Para guru itu menjadi korban karena rumahnya ada yang hanyut dan rusak akibat terendam. Sementara ini kami belum menerima laporan adanya guru yang meninggal,” ujarnya.

Terkait pendataan yang dilakukan, Mahmud menyiagakan seluruh pegawai Disdik Garut. Kantor dinas pun dibuka setiap hari dengan jam kerja 1X24 jam.

“Pendataan dilakukan ke lapangan dan bisa juga di kantor. Cukup banyaknya cakupan wilayah yang terdampak dan keterbatasan tenaga, membuat kami tidak bisa mendata seluruhnya. Kami pun menerima pelaporan terkait bencana ini dalam 1X24 jam di kantor Disdik Garut,” kata Mahmud.

Ia menjelaskan, seluruh siswa dan guru yang menjadi korban pun diminta untuk melaporkan kondisi mereka. “Kami akan membantu mereka. Bila membutuhkan bantuan, tidak usah sungkan silakan lapor dan datang langsung ke kantor,” ucapnya.

Menurutnya, kantor Disdik Garut pun disiagakan menjadi tempat dikumpulkannya sejumlah bantuan untuk para korban, khususnya siswa yang terdampak banjir. Mahmud mengatakan pihaknya telah menerima bantuan berupa 1.000 pasang sepatu dan pakaian seragam, yang dikumpulkan dari sumbangan para siswa serta guru lainnya.

“Bantuan dari para siswa dan guru yang turut prihatin ini tadinya akan diserahkan ke Makodim 0611 Garut, namun ternyata di sana sudah membeludak. Jadi dikumpulkan di sini (kantor Disdik Garut). Sudah ada sepatu serta seragam, nanti akan terus bertahap bantuan datang lagi,” katanya.

Meski banyak sekolah dan siswa yang terdampak banjir bandang, Mahmud memastikan aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung pada Senin 26 September 2016 besok. Menurutnya, infrastruktur sekolah telah siap untuk digunakan kembali.

“Kami mengimbau agar seluruh sekolah tetap melaksanakan KBM, karena sekolah sudah dibersihkan dan bisa digunakan. Sementara untuk siswa SMP PGRI Tarogong Kidul, terpaksa KBM-nya dipindah ke SMP Hikmah Tarogong Kidul, karena bangunan SMP PGRI ambruk akibat banjir,” ujarnya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdik Garut Totong, menyebut pihaknya baru mendata sebanyak tiga siswa SD menjadi korban meninggal dalam banjir bandang yang terjadi Selasa 20 September 2016 lalu. Totong menjelaskan para siswa yang menjadi korban tewas ini bersekolah di SDN Regol, Kecamatan Garut Kota.

“Para siswa ini menjadi korban karena mereka bermukim pada kawasan Kampung Paminggir yang berada di sekitar bantaran Sungai Cimanuk. Rumah mereka dilaporkan hancur dan hanyut,” jelas Totong.

Sementara itu, berdasarkan data di Makodim 0611, data sementara guru yang terdampak banjir bandang mencapai 15 orang, siswa meninggal enam orang, dan siswa hilang sebanyak empat orang. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI