RG, Tersangka Pencabul Siswa SMK Diancam Hukuman 20 Tahun Penjara

GARUT, (GE).- RG alias EG (23), tersangka pencabulan siswa SMK swasta di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Kasat Reskrim Polres Garut AKP Hairullah, mengatakan, RG dijerat pasal berlapis, yakni pasal 76e Juncto 82 UU Nomor 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak dan Pasal 292 KUHP.

“Ancaman hukuman maksimalnya 20 tahun,” kata Hairullah, Kamis (2/3).

Hairullah menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka dalam melakukan pelecehan seksual terhadap siswa adalah memeriksa kesehatan dengan inisiatif sendiri. Pemeriksaan kesehatan ala militer tersebut dilakukannya saat para siswa mengikuti seleksi anggota ekstrakurikuler Patroli Keamanan Sekolah (PKS).


“Tersangka tak memiliki kemampuan di bidang itu (kesehatan-red). Tersangka juga tidak mendapat izin dari pihak sekolah. Terlebih, penerimaan anggota PKS di SMK tersebut tidak harus seperti itu,” ujarnya.

Aparat kepolisian sendiri setidaknya telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini. RG yang berstatus guru honorer sekaligus pembina ekstrakurikuler di SMK tersebut kini telah mendekam di sel tahanan Mapolres Garut.

Adapun pihak sekolah tempatnya bekerja sudah menonaktifkan RG sebagai guru. Seperti diketahui, ia ditetapkan menjadi tersangka, atas tuduhan tindakan pencabulan terhadap siswa berinisial DAF (16) saat proses rekrutmen anggota ekstrakurikuler berlangsung.

Sebanyak 15 sarung tangan berbahan karet dan masker wajah diamankan sebagai barang bukti. Kasus ini pun menyita perhatian sejumlah pihak, termasuk Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Indonesia, Seto Mulyadi.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Garut beberapa lalu, pria yang akrab disapa Kak Seto itu mendesak agar tersangka dihukum maksimal.

“Untuk hukumannya nanti seperti apa, itu tergantung hakim bagaimana memutuskannya,” ucap Seto. (Farhan SN)

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI