Renggut Dua Korban Jiwa, BPBD Belum Bisa Pastikan Penyebab Longsor di Karangtengah

WARGA mengevakuasi salah seorang penambang pasir yang tewas tertimbun longsor di Kampung Cebeber, Desa Cintamanik, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Selasa (9/8/2016)/Foto: Kus Kuswara 'GE.'

TARKID, (GE).- Lokasi bencana longsor di kawasan Desa Cintamanik, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut yang telah menelan dua korban meninggal ini terkategori wilayah dengan potensi pergerakan tanah rendah-menengah.

Dua hari pascakejadian pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sendiri belum bisa memastikan penyebab musibah longsor tersebut. Terlebih sebelum terjadi longsor tersebut terjadi tanpa disertai atau diawali hujan.

“Penyebab pastinya belum diketahui. Berdasarkan kajian PVMBG beberapa waktu lalu, daerah itu masuk wilayah rendah-menengah. Memang rawan bencana, tapi tidak separah wilayah yang kategorinya menengah-tinggi,” ujar Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Garut, TB Agus Sofyan.

Dijelaskannya, longsor ini merupakan peristiwa pertama yang memakan korban jiwa di Kabupaten Garut, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, longsor yang mengakibatkan korban jiwa terakhir kali terjadi pada 2012 lalu di Kecamatan Samarang.

“Waktu itu longsor menimbun tiga orang petani yang sedang bercocok tanam pada sebuah lereng berkemiringan lebih dari 30 derajat. Longsor tersebut terjadi memang karena kawasan itu terus menerus diguyur hujan. Selebihnya, longsor memang sering terjadi di Garut apabila hujan deras terjadi. Tapi selama ini tidak menimbulkan korban jiwa,” ungkapnya.

Dikatakannya, pada tahun ini (2016), beberapa kejadian longsor berlangsung di berbagai wilayah kawasan selatan Garut. Sejumlah musibah longsor ini terjadi dalam rentang waktu Maret hingga Mei dimana intensitas hujan memang sedang tinggi-tingginya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN