Rekrutmen Panwascam Sarat Titipan, ini Pengakuan Komisioner Panwaskab Garut

GARUT (GE).- Isu rekrutmen Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang sarat titipan Organisasi Masyarakat (Ormas) tertentu membuat sejumlah peserta yang ikut seleksi gerah. Mereka beranggapan, usahanya mendaftar menjadi Panwascam hanya sia-sia pasalnya peserta yang nantinya lulus hanya yang mendapat rekomendasi daru Ormas tertentu.

“Rekomendasi dari Ormas tertu menjadi bahan pertimbangan untuk lulus Panwascam. Ini tidak adil karena yang direkomendasi belum tentu memiliki kapasitas dalam penyelenggaraan Pemilu,” ujar salah seorang pendaftar Panwascam yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di halaman Polres Garut.

Ia heran dengan sistem rekrutmen Panwascam sekarang. Dirinya mencurigai kinerja para komisioner yang mencoba bermain mata dengan para pendaftar.


“Saya tau para komisioner itu para aktivis Ormas. Tapi tolong jangan di bawa ke ranah profesionalisme kerja sebagai Panwaskab. Apa lagi kinerja mereka sangat menentukan nasib rakyat lima tahun ke depan,” ujarnya.

Menanggapi tudingan itu, Ketua Panwaskab Garut, Heri Hasan Basri, mengaku rekrutmen Panwascam telah dilakukan secara prosedur. Bahkan dirinya mengaku akan melaksanakan tahapan rekrutmen dengan terbuka.

“Nanti semua peserta yang daftar bisa tau hasilnya seperti apa. Jadi jangan berprasangka dulu,” ujar Heri.

Ia memastikan tidak berlaku titipan siapa pun terkait rekrutmen Panwascam. Namun dirinya tak menyangkal, jika rekomendasi dari Ormas atau organisasi apa saja tentunya akan menjadi pertimbangan Panwaskab.

Komisioner Panwaskab lainnya, Asep Burhan, turut membantah jika rekomendasi dari Ormas bisa meloloskan peserta seleksi. Semua peserta tetap akan mengikuti tes tulis dan wawancara untuk bisa menjadi Panwascam.

“Kalau ada rekomendasi dari ormas itu kami memasukkannya ke tanggapan dari warga saja. Kami memang meminta tanggapan soal peserta ke warga. Tapi tidak jadi syarat untuk lolos juga,” ujar Asep.

Adanya tanggapan dari masyarakat itu, tambahnya, untuk mengetahui latar belakang peserta. Jangan sampai ada peserta yang lolos tapi menjadi kader partai atau tim sukses calon.

“Kami tak segan mendiskualifikasi jika ada kejanggalan di peserta. Semuanya harus memiliki kualitas yang baik untuk menjadi Panwascam,” ucapnya.

Rekrutmen Panwascam di Garut, lanjutnya, menjadi yang terbanyak di Jawa Barat dengan jumlah peserta sebanyak 709 orang. Dari jumlah tersebut ada beberapa kecamatan yang tak memenuhi target peserta.

Jika setelah perpanjangan pendaftaran tak ada lagi yang mendaftar, maka ta menjadi persoalan. Tes tulis peserta seleksi akan dilakukan sekitar tanggal 9 sampai 18 Oktober. Namun waktu pastinya masih menunggu surat dari Bawaslu. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI