Ratusan Ekor Sapi di Garut Diasuransikan, Pemerintah akan Ganti Sapi yang Mati

ilustrasi

GARUT, (GE).- Baru-baru ini Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakanla) Kabupaten Garut terus berupaya menyukseskan program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) yang dikembangkan Kementerian Pertanian. Program tersebut merupakan sebuah kerjasama dengan perusahaan asuransi Jasindo sejak 2015. Belakangan baru diketahui, ternyata  program asueransi sapi itu baru menyentuh sekitar 600 ekor sapi saja.

Menurut Kepala Disnakanla Garut Hj. Indriana Soemarto, program AUTS masih belum terlaksana secara maksimal. Ada beragam kendala, semisal kurang efektifnya sosialisasi atau rendahnya kesadaran peternak. Padahal Disnakanla menargetkan ada 1500 ekor sapi yang ikut program tersebut.

“Memang ada asuransi ternak sapi mulai tahun kemarin. Tapi ini masih dikaji apakah sosialisasi yang kurang efektif atau tanggapan kelompok yang kurang? Kami rata-rata sosialisasi pada kelompok ternak yang memang dari dulu (kerap ikut program Disnakanla) atau ke kelompok penerima bantuan hibah,” ungkap Indri kepada sejumlah awak media, Senin (25/9/17).


Diungkapkannya, para peternak sapi sebenarnya sangat diuntungkan dengan program ini, karena sapi yang mati nantinya  akan diganti oleh pemerintah. Apalagi, khusus bagi sapi betina memperoleh subsidi pembayaran sebesar Rp 160 ribu dari total Rp 200 ribu premi yang mesti dibayarkan.

“Tujuan AUTS diantaranya menjaga kebutuhan pasokan daging sapi dalam negeri sehingga bisa mengurangi impor.  Kalau sapi itu soal kebutuhan daging supaya mengurangi impor. Malah banyaknya (peserta asuransi) sapi perah betina jaga kesinambungan kalau mati karena nanti diberi sapi lagi. Biar enggak pasrah peternak kalau sapinya mati,” bebernya.

Dijelaskannya, mekanisme pendaftaran AUTS cukup mudah. Para peternak baik peorangan atau kelompok hanya perlu mendaftarkan sapinya ke Disnakanla. Sapi yang didaftarkan wajib diberi nama dan dilampirkan foto wajah dan badannya.

“Selanjutnya Disnakanla akan memberi penanda di bagian kuping atau ear tag bagi sapi yang sudah didaftarkan. Daftar nanti dicek apa ada identitas, kalau belum ada nanti dikasih nama sapi dari peternak lalu identitasnya nempel di kuping. Itu yang tercantum dalam identitas sapi kami,” urainya.

Indri mengimbau, agar peternak mendaftar secara berkelompok. Sebab lewat cara itu, peternak akan lebih diuntungkan jika di kemudian hari ada bantuan dari pemerintah yang menyasar peternak. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI