Raskin Tekor Hingga 4 Kg Tiap Karungnya, Kades Kangdangmukti Tak Berani Bagikan ke Warga

LELES, (GE).- Pendistribusian beras untuk warga miskin (raskin) kembali menuai kontroversi. Jatah raskin dari Gudang Bulog Garut yang dikirim ke Desa Kandangmukti, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut ternyata susut hingga satu kuintal. Akibat kejadian ini pihak desa pun enggan membagikan raskin kepada warga karena berat yang tidak sesuai.

Kepala Desa Kandangmukti, Engkuy Rusmana, mengakui berat setiap karung raskin yang diterima pihaknya tak sesuai. Rata-rata per karungnya berat beras berkurang 3-4 Kg dari berat seharusnya sebesar 15 Kg.

“Kalau ditotalkan tekornya sampai 1 kuintal dari 4 ton yang dikirimkan. Saya jadi belum berani membagikan kepada warga kalau beratnya tidak sesuai,” kata Engkuy, Jumat (18/11/ 2016).


Dikatakannya, kekurangan raskin ini telah dilaporkan ke pihak Bulog. Selain itu, Engkuy juga mengeluhkan kualitas beras yang jelek dan tidak layak konsumsi.

“Selain timbangan yang tidak sesuai, kualitas berasnya juga sudah jelek. Rencananya sih berasnya tidak akan dibagikan dulu sebelum diganti oleh Bulog,” ungkapnya.

Diakuinya, kurangnya timbangan beras dan kualitas yang jelek sudah sering terjadi. Bahkan ia sudah berkali-kali mengadukan hal tersebut kepada Bulog.

“Sudah sering dan bikin kesal juga karena sering terjadi. Makanya sekarang langsung bilang saja ke Bulognya biar cepat diganti. Jika terus seperti ini kasihan warga,” ucapnya.

Engkuy menambahkan, setiap beras yang datang ke kantor desa selalu diperiksa beratnya. Dari 15 kilogram isi beras per karungnya, banyak sekali kekurangannya. Ia tak mengetahui kekurangan tersebut terjadi saat di gudang Bulog atau saat proses pengiriman.

Sementara itu, Babag Kesra Desa Kandangmukti, Aminudin, mengatakan setiap karung beras yang ditimbang hanya berisi 10 sampai 11 kilogram. Ia juga tak berani membagikan jatah raskin ke setiap RW karena khawatir tak diterima.

“Kalau warga kan nanti menyalahkannya ke pihak desa. Padahal kami juga tidak tahu apa-apa. Jadi lebih baik kami simpan dulu saja sampai beratnya sesuai,” ujar Aminudin. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI