Rakor Bawaslu Jabar, Menegaskan Partisipasi Perempuan dalam Pemilu 2019

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat, Drs. HM. Wasikin Marzuki membuka rapat koordinasi (Rakor) Pengawasan Partisipatif dengan tema Meningkatkan Kapasitas Pengawas Perempuan pada Pemilihan Umum Tahun 2019, di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru No. 78, Keluarahan Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (29/10/2018)./ foto: Hendra/ GE.

GARUT, (GE).- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat, Drs. HM. Wasikin Marzuki menegaskan partisipasi perempuan dalam pelaksanaan Pemilu 2019 harus mampu dimaksimalkan. Pihaknya terus memperkuat keterwakilan perempuan di internal kelembagaannya.

Langkah itu dinilainya menjadi titik awal mewujudkan keterwakilan perempuan dalam ruang politik. Bukan hanya kehadiran saat pemungutan suara, perempuan didorong untuk terlibat aktif dalam upaya mewujudkan pemilu berintegritas.

“Selain itu juga, perempuan mesti memastikan hak politik sesama perempuan terjaga dengan baik, karena keterlibatan perempuan dalam pengawasan pemilu masih kurang dan lebih didominasi kaum laki-laki,” ungkap Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, H. Wasikin dalam Pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Partisipatif dengan tema Meningkatkan Kapasitas Pengawas Perempuan pada Pemilihan Umum Tahun 2019, di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru No. 78, Kelurahan Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (29/10/2018).


Ia menegaskan, angka keterwakilan perempuan harus didorong untuk terus naik. Sebab, dengan keberadaan perempuan dalam politik diharapkan mampu menghasilkan kebijakan dalam perspektif perempuan.

Dalam mendukung hal tersebut, H. Wasikin mengungkapkan bahwa. Perempuan juga mesti meningkatkan kapasitasnya. Melalui organisasi keperempuan, menurutnya perempuan dapat melatih mengembangkan kapasitas dalam kepemimpinan. Dengan begitu, dunia politik akan diisi oleh perempuan yang memiliki karakter dan kualitas kepemimpinan bagus dan berintegritas.

“Kaum perempuan sangat berperan penting, jangan sampai para suaminya itu selaku ASN berpihak pada salah satu pasangan calon. Makanya mereka juga diberikan materi, apa saja larangan-larangan dalam penyelenggaraan pemilu,” jelas Wasikin.

Tidak hanya pada suaminya saja, tetapi kaum perempuan ini pun bisa menyampaikan apa yang telah diketahuinya dalam pengawasan pemilu kepada kaum perempuan lain dikomunitas mereka.

Hadir menjadi narasumber dari Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Koordinator Divisi Humas dan Hubungan antar Lembaga, Lolly Suhenty. Koordinator Hukum, data dan informasi, Yusuf Kurnia dan Kepala Sekretariat Eliazar Barus. (Hendra YG)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI