Puluhan Proyek “Amazing” Garut Gagal, Bupati Ancam Putus Kontrak

BenQ Corporation

PEMKAB, (GE) .- Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, program Amazing Garut yang berjumlah sekitar 40 proyek bernilai di atas anggaran Rp 20 miliar itu, hampir 80 persen pengerjaanya tidak sesuai harapan.

Menurut Bupati, terdapat ketidaksesuaian perjanjian dan target waktu pembangunan atau pun spesifikasi pembangunan dalam pelaksanaannya, termasuk kwalitasnya. “Ya jelas kita kecewa dengan pekerjaan mereka yang tidak sesuai dengan perjanjian, sehingga program Amazing Garut pun terganggu,” kata Bupati usai mengikuti kegiatan Siraman Rohani di Mesjid AT-Taufik, Perkantoran Pemda Garut,Senin (24/10/ 2016).

Bupati menyebutkan, ada beberapa proyek yang dinilainya tidak profesional tersebut di antaranya, proyek pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Di Kecamatan Tarogong Kaler, Masjid Islamic Center di Kecamatan Garut Kota, Kantor Disnakanla di Kecamatan Tarogong Kidul, Ruas jalan Telaga Bodas di Kecamatan Pangatikan, serta sejumlah proyek pembantunan ruas jalan lainnya di wilayah selatan Garut, ditambah sekitar 18 pembangunan Puskesmas di sejumlah Kecamatan kini pembangunanya pun terkatung-katung.


“Proyek pembangunan itu mestinya harus sudah selesai pada Desember mendatang. Bahkan pembangunan Masjid Islamic Center harus sudah selesai pada bulan November depan. Kita nilai tidak mungkin akan selesai pada waktunya. Dan banyak lagi proyek yang belum selesai dengan hasil sesuai yang diharapkan, sedangkan berdasarkan kesepakatan kontrak proyek itu sampai November dan Desember,” ujarnya.

Terkait banyaknya proyek pembangunan yang tidak sesuai dengan perjanjian tersebut, Bupati mengancam akan menghentikan dan memutus kontrak, dengan dibayar berdasarkan apa yang sudah dikerjakan.

“Kalau pekerjaan proyek belum selesai pada waktunya dan tidak sesuai target proyek dipastikan akan putus kontrak, dan akan diberhentikan. Kalau pembayaran akan disesuaikan berdasarkan apa yang sudah dikerjakan. Selanjutnya pengerjaan proyek yang belum selesai akan kembali dilakukan lelang yang diumumkan pada bulan Desember dan terus dikerjakan nanti awal tahun 2017.” Tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Garut, Deden Sofyan mengungkapkan, pada prinsipnya dia setuju dengan rencana Bupati Garut yang akan menghentikan dan memutus kontrak kerja proyek pembangunan yang tidak sesuai dengan perjanjian. Namun, Deden mengingatkan, sebelum melakukan hal itu harus dilakukan dulu pengkajian yang mendalam.

“Memang itu sudah ada aturannya. Tapi lebih baik kan dikaji dulu, penyebab keterlambatan itu apa, kalau masalah cuaca atau ada bencana jelas itu dapat dimaklumi. Namun saya berharap waktu yang tersisa mudah-mudahan proyek itu dapat selesai pada waktunya,” kata Deden di Lapang Golf Flamboyan Ngamplang Cilawu, Senin (24/10/2016). (Slamet Timur). ***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI