Puluhan Dokcil Kampanyekan PHBS di Bayongbong

BAYONGBONG, (GE).- Pendidikan kesehatan merupakan unsur penting dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat. Melalui pendidikan kesehatan itu pula masyarakat dapat memperoleh pengetahuan tentang bagaimana menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam keseharian. Baru-baru ini program pendidikan kesehatan dilaksanakan oleh SDN 01 dan SDN 02 Bayongbong bekerjasama dengan Puskesmas DTP Bayongbong melalui program Dokter Kecil (Dokcil) yang diikuti oleh siswa kelas 3, 4 dan 5.

Sebanyak 75 siswa kelas 3, 4 dan 5 yang berasal dari SDN 1 Bayongbong dan SDN 2 Bayongbong menerima penyematan selendang Dokcil. Acara penyematan selendang Dokcil dilangsungkan di kompleks SDN 1 Bayongbong oleh Kepala Puskesmas DTP Bayongbong, H. Elan Suherlan bersama Camat Bayongbong Santari, S.Sos.,M.Si, belum lama ini.

Menurut H. Elan Suherlan tujuan diadakannya program dokcil ini ialah sebagai langkah konkret untuk mengkampanyekan prilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Kedepan diharapkan para dokcil tersebut pula menjadi duta kesehatan bagi keluarga, sekolah dan lebih luas hingga dilingkungan masyarakat.

“Program Dokcil ini sengaja kita hidupkan kembali sebagai upaya mengkampanyekan PHBS kepada masyarakat melalui siswa mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMA. Diharapkan siswa yang terpilih jadi dokcil dapat menerapkan ilmu yang didapat melalui pendidikan kesehatan dasar secara holistic sehingga dapat bermanfaat bukan hanya bagi dirinya tetapi juga dapat mempengaruhi dan mengajak keluarga, teman dan lingkungan disekitarnya menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” Kata H. Elan.

H. Elan juga menambahkan program dokcil juga menjadi bagian yang tak terpisahkan sebagai salahsatu indikator sekolah sehat, setiap sekolah diharuskan memiliki Dokcil minimal 10% dari jumlah keseluruhan siswa yang ada disekolah tersebut.

“Setiap sekolah harus memiliki siswa yang mempunyai pengetahuan tentang kesehatan termasuk cakap dalam tindakan dasar medis seperti P3K minimal 10% dari jumlah total siswa yang ada dimasing-masing sekolah sebagai indicator sekolah sehat. Pengetahuan dan ilmu tersebut diperoleh melalui pendidikan kesehatan diantaranya melalui program dokcil (untuk siswa SD) ataupun PMR pada tingkat sekolah menengah, ” tambahnya.

Sementara itu, Camat Bayongbong, Santari,S.Sos menyampaikan apresiasinya atas apa yang dilakukan anak-anak yang bergiat dalam bidang kesehatan, khususnya dokcil (dokter cilik). Santari menegaskan bahwa kegiatan ini sangat positif, khususnya untuk meningkatkan indeks kesehatan pribadi hingga masyarakat.

“Ya, sebagai Camat Bayongbong saya sangat apresiatif dengan kegiatan anak-anak ini. Mudah-mudahan bisa meningkatkan indeks kesehatan pribadinya maupun masyarakat, khususnya di Bayongbong,” ungkapnya. (Agus Muhram)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN