Pulang dari Ladang Saat Hujan, Jatnika Tewas Disambar Petir

KARANGPAWITAN, (GE).- Dalam beberapa hari terakhir cuaca ekstrim masih mengakrabi kawasan Kabupaten Garut dan sekitarnya. Bahkan, padai hari ini, hujan deras yang disertai petir merenggut korban jiwa, Selasa (29/11/2016) petang.

Jatnika (37) warga Kampung Lemahsari, Desa Situjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut harus menemui ajalnya setelah disambar petir hingga menghanguskan sekujur tubuhnya.

Paman Korban, Mas’ud mengatakan, kejadian naas ini bermula saat Jatnika (Alm) hendak pulang ke rumah di saat hujan setelah bekerja di ladangnya di kawasan Rancabaron. Sekira pukul 17.00 WIB, Jatnika diketahui tewas tersambar petir.


“Dia (Alm) tadi mau pulang ke rumah, tadi nyangkul di Rancabaron, namun pas di tengah perjalanan dia tersambar petir dan langsung meninggal ditempat,” ucapnya

Mas’ud juga menambahkan, ketika kejadian berlangsung memang terdengar dentuman petir yang sangat keras hingga menggetarkan kaca rumahnya.

“Pas kejadian tadi saya di rumah juga denger suara petir yang kencang dan menyala, kaca dirumah saya juga pada bergetar semua,” Jelasnya.

Almarhum Jatnika meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil, berusia 12 dan 2 tahun. Rencananya almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) kampung sekitar. (HakimAG)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI