PT Cahaya Bahari Jakarta Dukung Swasembada Bawang Putih di Bayongbong

KENDATI belum lama berkecimpung sebagai importir bawang putih, PT. Cahaya Bahari Jakarta mendukung program pemerintah yang mencanangkan swasembada bawang putih 2018. Hal ini sejalan dengan peluncuran penanaman perdana bawang putih yang dilaksanakan di Desa Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Minggu (11/2/18).

Untuk tahap awal, penanaman perdana ini melibatkan 10 kelompok tani se Kecamatan Bayongbong yang berasal dari Desa Panembong (3 kelompok), Salakuray, Sukarame, Sukamanah, Karyajaya, Ciela, Pamalayan dan Bayongbong masing-masing satu kelompok dengan total area sekitar 10 hektare.

Dalam kesempatan ini hadir perwakilan manajemen PT. Cahaya Bahari Jakarta yang terdiri dari Managing Director Drs. Hardjadinata, BA.,MM.,MSi., didampingi Direktur Then Herry Yulianto, Komisaris Rustam, Project Manager Ibahim beserta rombongan dari Jakarta.


Sementara itu dari Dinas Pertanian Kabupaten Garut diwakili Kepala UPTD Dudi Sudirman, Dandim Bayongbong Kapten Inf Supriatna, Camat Bayongbong Santari, Kapolsek Bayongbong Ade Yohanes, 10 kelompok tani serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Drs. Hardjadinata menyebutkan selama ini produksi bawang putih di dalam negeri hanya mampu menghasilkan 5 persen atau sekitar 20.000 ton dari kebutuhan konsumsi nasional. Akibatnya Indonesia harus mengimpor 95 persen atau setara 480.000 ton dari Tiongkok, Taiwan, dan India.

Sesuai dengan arah kebijakan pemerintah untuk swasembada bawang putih, maka dibuatlah program kerjasama, dimana para importir bawang putih diwajibkan menanam bawang putih bekerja sama dengan petani di daerah-daerah memiliki iklim (agro climate) yang sesuai untuk budidaya bawang putih.

PT. Cahaya Bahari Jakarta, mentargetkan 167 hektar penanaman di Kabupaten Garut. Sementara itu Camat Bayongbong, Santari, menyambut baik kerjasama antara pihak swasta dan petani untuk meningkatkan kesejahteraan melalui budidaya bawang putih. Camat berharap, kelompok tani benar-benar menjalankan proyek percontohan tersebut supaya dapat berhasil, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Bayongbong telah berhasil mengalahkan Brebes yang selama ini dikenal sebagai penghasil utama bawang merah. Dengan penanaman perdana ini diharapkan ke depannya, Bayongbong bukan lagi hanya menjadi penghasil bawang merah tetapi juga akan segera menjadi penghasil bawang putih,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, persiapan penanaman perdana ini telah dimulai empat bulan yang lalu dengan melibatkan petani dan para penyuluh pertanian. Lokasi penanaman bawang putih sangat sesuai di lokasi dengan cuaca dingin dan di ketinggian di atas 900 meter di atas permukaan laut.

Dari pantauan di lokasi penanaman, tampak keberhasilan penanaman bawang putih ini di Desa Ciela yang menggunakan teknik tanpa mulsa, dan juga di Desa Bayongbong yang menggunakan teknik mulsa.

Salah seorang petani Komaludin (74) mengakui, dulu pernah menanam bawang putih namun tidak diteruskan karena kesulitan mendapatkan bibit dan permodalan. Dari segi cuaca dan kesuburan, hasil panen bawang putih di daerah tersebut bisa mencapai 6-8 ton per hektare sebagaimana pengalaman terdahulu.

Adapun dengan pola kerjasama tersebut, pihak kelompok petani menyediakan lahan dan tenaga kerja. Sementara, PT Cahaya Bahari menyediakan bibit, modal, sarana dan teknologi, bahkan nantinya membantu pemasaran. (Doni Melody)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI