PSK Terselubung Menjamur di Garut

PEMKAB, (GE).- Minimnya pelaksanaan razia mengakibatkan para pekerja seks komersial (PSK) di Kabupaten Garut cukup leluasa menjalankan profesinya. Selain razia, ternyata program rehabilitasi terhadap para PSK juga dinilai masih sangat jarang.

Diakui Kepala Bidang Bantuan, Jaminan, dan Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial, Ketenagakerjaan, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Garut, Samhari, selama tahun 2016 ini pihaknya belum pernah melakukan rehabilitasi terhadap PSK. Hal ini dikarenakan tidak ada razia PSK yang dilakukan Satpol PP sejak awal tahun hingga saat ini.

Menurut Samhari, selama ini razia yang dilakukan Satpol PP jarang yang langsung menjaring PSK. Razia kebanyakan dilakukan ke tempat-tempat hiburan malam seperti kafe, tempat karaoke, serta anak remaja yang sering bergerombol di pinggiran jalan.

Tidak adanya PSK yang terjaring razia selama tahun 2016 ini, menurut Samhari bukan berarti Garut bebas dari pralktek prostitusi. Berdasarkan informasi yang didapatkannya, banyak PSK yang tak tampak di jalanan alias terselubung sehingga pihaknya tidak bisa bertindak.

Terakhir pembinaan yang dilakukan terhadap PSK, tutur Samhari, dilakukan pada tahun 2015 lalu. Saat itu ada sembilan PSK yang terjaring razia kemudian menjalani rehabilitasi di panti rehabilitasi di Palimanan Cirebon setelah sebelumnya memperoleh pembinaan di Dinsosnakertrans Garut.

Samhari juga menyebutkan, para PSK yang terjaring operasi kemudian dikirim ke Palimanan akan mendapat rehabilitasi sosial selama empat bulan. Mereka akan dibina dari sisi kebugaran, rohani, juga dibekali keterampilan. Tak hanya itu, setelah rehabilitasi dan pembinaan berhasil, mereka kemudian dikembalikan ke Dinas Sosial dengan stimulan untuk melakukan usaha.

Disebutkannya, stimulan yang diberikan berupa barang sesuai dengan keahlian mereka untuk memulai usaha, misalnya mesin jahit. Setelah direhab di Palimanan, pihaknya terus memantau dan biasanya mereka tidak terlihat lagi menjadi PSK di Garut.

Walaupun tak tampak di Garut, Samhari menyatakan belum tentu mereka tidak kembali menjadi PSK. Pasalnya, tak jarang mereka yang sudah terjaring dan direhabilitasi pindah lokasi ke tempat yang baru di luar daerah Garut. Farhan SN***