Proyek Normalisasi Belum Jelas, Kapal Pengeruk Sudah Terparkir di Situ Bagendit

Penggarapan proyek normalisasi Situ Bagendit belum ada kejelasan. Namun kapal penyedot pasir/ lumpur milik PT. Banyuresmi Artha, sudah nampak terparkir di kawasan Situ Bagendit. Rabu (27/ 04/ 2016)/ Useu G Ramdani ‘GE.’

BANYURESMI, (GE).- Sampai saat ini proyek normalisasi situ Bagendit belum ada kejelasan. Ketidakjelasan ini salah satunya belum ada lelang yang menentukan perusahaan mana yang akan menggarap proyek bernilai belasan miliar rupiah tersebut.

Salah satu perusahaan yaitu PT. Banyuresmi Artha, saat ini sudah memasang plang dan mendatangkan kapal penyedot pasir di lokasi proyek di kawasan destinasi wisata alam ini. Hal ini, seolah-olah perusahaan itulah yang akan menggarap proyek tersebut.

Hal ini tentunya mengundang tanya beberapa kalangan. Apakah memang proyek ini sudah mulai dikerjakan atau belum.

Sementara itu, Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, mengatakan awalnya Pemkab Garut, memang telah mengajukan proyek normalisasi Situ Bagendit kepada pihak provinsi, dan akhirnya keluar angka sebesar Rp 15 miliar.

“Itu sebagai dana anggaran normalisasi dan pengerukan Situ Bagendit. Namun, saat ini memang belum ada ketentuan perusahaan mana yang akan menggarap proyek. Mengenai kegiatan PT. Banyuresmi Artha, itu hanyalah kegiatan studi saja,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pihak Pemkab Garut sendiri mengharuskan kepada semua perusahaan yang berminat menjadi mitra Pemkab untuk melakukan studi terlebih dahulu, untuk meneliti apa saja yang terkandung di dalam Situ Bagendit.

Terkait penjelasan Bupati, beberapa pihak merasa aneh. Pasalnya, mana ada perusahaan yang mau malakukan studi secara besar-besaran, bahkan sampai mendatangkan kapal penyedot pasir yang tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit. sementara, perusahan itu belum jelas apakah nantinya memenangkan lelang atau tidak.

Disinggung terkait perusahaan mana saja yang akan ikut dalam lelang proyek ini, Bupati Rudy mengakui sampai saat ini memang hanya PT. Banyuresmi Artha saja yang mendaftar.

Udin, Kepala Desa Sukaratu, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang daerahnya masuk ke teritorial wilayah Situ Bagendit mengatakan, dirinya mendukung dengan kebijakan Pemkab Garut, selama itu memberikan hal positif untuk warganya.

“Yang penting semua warga yang sudah biasa mencari nafkah di sini (Situ Bagendit/ red), bisa terselamatkan. Mungkin setelah ada normalisasi, pandapatan mereka bisa meningkat,” tuturnya kepada garut-express.com, Rabu (27/04/2016).

Kades Sukaratu berharap, agar sosialisasi dari Pemkab Garut terkait proyek ini harus jelas, sehingga masyarakat bisa memahami semua hal yang menjadi tujuan pemerintah selama ini. (Useu G Ramdani)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN