Program Rutilahu di Garut Jadi Ajang Cari Duit, Sampai Mencatut Nama Pejabat Kodim

Garut, (GE).- Program rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Garut dicemari oleh ulah seorang oknum anggota Ormas Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) Garut. Tindak penipuan kepada sejumlah korban sampai mencatut nama pejabat Kodim 0611 Garut.

Modus ini pertama kali terungkap setelah beredar pengakuan seorang anggota GM FKPPI Garut bernama Asep Restiana dalam sebuah video yang tersebar di media sosial. Dalam video berdurasi 01.31 Asep Restiana menyebutkan ada aliran dana ke mantan Kadis Sosial Elka Nulhakimah dan Kasieter Kodim 0611 Garut.

Dalam praktiknya Asep Restiana meminta sejumlah uang kepada pengusaha, kepala desa dan warga yang akan mendapat Rutilahu. Asep mengaku, uang itu diperuntukan bagi operasional pencairan dana Rutilahu dari pemerintah pusat.

Pascaberedar luas, Sekretaris GM FKPPI Garut, Niko Lasdiat mengatakan, pengakuan yang disampaikan Asep Restiana sedang dalam tekanan pemeriksaan paska penangkapan oleh warga.

“Dia ngelantur, saya tegaskan bahwa pasiter tidak menerima uang sepeser pun, dan tidak ada hubungannya sama kodim,” ujarnya.

Bukan hanya itu, anggota GM FKPPI Garut itu pun menyebut dirinya telah menerima uang hingga Rp 25 juta yang diperuntukan untuk Kepala Dinas Sosial Garut Elka Nurhakim.

“Dibilang saya terima uang, padahal uangnya dari mana,” kata dia.

Sementara itu, Komandan Kodim 0611 Garut Letkol Inf Asyraf Aziz mengatakan, lembaganya memang pernah mendapatkan amanat rutilahu beberapa tahu lalu. Namun dalam praktiknya seluruh alur yang digunakan resmi menggunakan jalur militer.

“Sekarang kalaupun ada bantuan seperti itu, alur nya akan jelas mulai dari Panglima, Pangdam, Korem dan Kodim tanpa melalui instansi atau organisasi lain, ngapain,” ujarnya saat ditemui dikantornya, Kamis (13/12/2018).

Menurut Asyraf, praktek penipuan atas nama program Rutilahu yang dilakukan oknum AR terbilang lihai dan rapih. Untuk mengelabui korban, beberapa kali oknum itu sengaja menghadirkan orang dari Jakarta yang diklaim perwakilan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

“Pernah ada acara di Bayongbong, kami diundang sebagai peserta, terus setelah itu  perwakilan dari kami difoto sama mereka, akhirnya disebar, dikatakan itu sedang pencairan bantuan Rutilahu,” ujarnya.

Bahkan berdasarkan cerita salah satu korban, oknum AR berhasil menggondol uang hingga Rp 800 juta, dari praktek tipu-tipu program rutilahu tersebut. “Saya sempat panggil pemborongnya, ternyata dia pun korban, karena uangnya dipakai buat akomodasi,” kata dia.

Dengan adanya temuan ini, lembaganya meminta pihak kepolisian Resort Garut mengungkap sejauh mana keterlibatan oknum AR, termasuk dugaan aliran uang yang dikeluarkan pelaku. “Sedang kami kaji, kalau perlu kami akan turut melaporkan atas pencemaran institusi Kodim 0611/ Garut,” ujarnya. (MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI