Program Amazing Garut Gunakan 40 Persen APBD

BUPATI Garut H. Rudy Gunawan tampaknya tak main-main mencanangkan program Garut Amazing. Pasalnya, dari total APBD Garut sebesar Rp 3,2 Triliun, 40 persennya digunakan untuk perbaikan infrastruktur. Melalui program amazingnya, Bupati berambisi mengangkat Garut dari ketertinggalan.

Bupati mengklaim, saat ini Garut tengah berusaha bangkit dari ketertinggalan. Bahkan dirinya mengaku telah menyelesaikan 80 persen pemantapan jalan di Garut.

“Sekarang tak ada lagi jalan rusak di Garut Selatan. Semuanya sudah dimantapkan,” ujar Bupati.

Bupati mengaku saat ini 80 persen jalan di Garut sudah bagus. Sisanya sudah masuk dalam anggaran Tahun 2016. Jadi Tahun 2017 semua jalan sudah bagus.

Program Amazing Garut yang menyerap anggaran hingga 40 persen dibenarkan Kepala BAPPEDA Garut Widiana, CES. Menurutnya perencanaan APBD lebih difokuskan terhadap program tiga pilar kepemimpinan Bupati Rudy Gunawan dan Wakilnya dr. Helmy Budiman.

Tiga pilar tersebut meliputi meningkatkan indeks kepuasan masyarakat meliputi pembangunan jalan-jalan baru, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Widi menjelaskan, Tahun 2016 ini, APBD Garut telah menganggarkan 80 miliar untuk pembebasan lahan. Nantinya lahan tersebut akan digunakan untuk pembuatan jalan-jalan baru dan sisanya untuk pembangunan GOR yang berlokasi di Ciateul Tarogong.

Lebih rinci, Widi mengatakan, tanah yang telah dibebaskan oleh Pemkab Garut berlokasi di kawasan Cipanas untuk jalan baru yang panjangnya mencapai 3,7 Kilo Meter (KM), di Cangkuang Leles 13 KM, dan Kadungora 1 KM. Selain itu, Pemkab pun akan membebaskan beberapa sodetan tanah untuk memperlebar ruas jalan.

“Pemkab hanya mengeluarkan anggaran untuk pembebasan tanahnya saja. Tapi untuk pembangunannya akan dialokasikan melalui APBD Provinsi,” ungkap Widi, saat dimintai keterangan di Aula BAPPEDA Garut, (14/4/2016).

Widi berkeyakinan, jika program tiga pilar tersebut dapat terlaksana maka Garut akan terbebas dari kategori daerah tertinggal. Saat ini, Garut kembali menduduki posisi ke dua dari bawah untuk kategori daerah tertinggal. Namun percepatannya menduduku peringkat ke dua teratas.

“Untuk percepatannya Garut masuk ke dua di Provinsi Jawa Barat setelah Indramayu. Nimalainya 0,98 persen per tahun,” paparnya.

Selain fokus terhadap pembangunan infrastruktur, saat ini penuntasan kemiskinan sedang intensif dilakukan. Berdasarkan data yang dimiliki BAPPEDA, kemiskinan di Garut mencapai 11,2 persen dari total penduduk Garut 3,5 juta.

Penuntasan kemiskinan ini, ditargetkan akan berkurang sampai 9 persen di tahun 2019. Keyakinan itu muncul, melihat bantuan yang begitu besar dari pemerintah pusat. Di sisi lain, sarana infrastruktur di tiap daerah telah mengalami perbaikan. Apa lagi, di tahun 2017 seluruh jalan di Garut telah dilakukan pemantapan.

“Kalau jalannya bagus tentunya semua biaya akan murah dan semuanya akan menjadi mudah,” pungkasnya. (Farhan SN)***