Prof. Dr. Hj. Ummu Salamah, M.S Mendidik Anak Melalui Metode Agama dan Budaya

0
19148

PERINGATAN Hari Ibu ke 87 menjadi momentum perempuan untuk bangkit. Pada kegiatan tersebut, Pemkab Garut memberikan penghargaan kepada sejumlah ibu yang berjasa terhadap pembangunan di Garut.

Salah seorang, ibu yang mendapatkan penghargaan adalah Prof. Dr. Hj. Ummu Salamah, M.S. Pemkab Garut menilai Prof. Dr. Hj. Ummu Salamah, M.S, layak mendapatkan penghargaan berkat jasanya mengembangkan Universitas Garut menjadi kampus terbesar di Kota Dodol ini. Selain itu, Prof. Dr. Hj. Ummu Salamah, M.S, juga telah berhasil membesar anak-anaknya menjadi orang-orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Usai menerima penghargaan, Prof. Dr. Hj. Ummu Salamah, M.S, berbagi kunci sukses dalam menjalani kehidupan rumahtangganya, ia selalu memberikan keteladanan. Dimulai dari ketaatannya pada suami, menjadikan ke-6 orang anaknya mencotoh ketaatannya. Hingga tak heran, jika seluruh anaknya taat dan patuh pada kedua orang tuanya.

Ummu salamah, lahir di Garut, 04 April 1948 silam dari pasangan Hj. Atikah dan K.H. Anwar Musaddad. Salamah muda, akhirnya dipersunting oleh Cecep Syarifuddin. Dari pernikahannya tersebut, ia dikaruniai 6 orang putra, Abdusy syakur Amin, Aji Abdul Wahid, Muhammad Ali Ramdani, Irfan Nabhani, Ahmad Syarif Munawi dan Hilmi Aulawi.

Ummu salamah beserta suaminya Cecep Syarifudin, telah mengantarkan ke enam orang anaknya pada puncak prestasi. Tiga orang anaknya telah bergelar S3, dan anak ke-3nya Muhammad Ali Ramdhani bergelar Doktor. sementara itu, ke dua orang anak lainnya sedang menempuh S3.

Dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya, Ummu mengaku lebih bersifat Tut Wuri Handayani, yakni memberikan ketauladanan, motivasi, meletakkan arah dan pengawasan. Adapun agar kualitas pendidikan anak-anaknya terus meningkat, Suaminya Cecep, senantiasa memotivasi dan mendorong Ummu untuk belajar dan belajar. Maka tak heran, ketika Ummu menikah baru lulus SMA, sekarang ia sudah bergelar Profesor Doktor.

“Hal ini, karena menurut suaminya, keberhasilan pendidikan anak berada ditangan ibunya sebagai pendidikan paling pertama diperoleh sanga buah hati. Sehingga, kualitas pendidikan dan keahlian ibu, sangat menentukan keterdidikan anak sebagai generasi yang akan datang,” ungkap Nenek 18 Cucu ini.

Masih menurut Ummu Salamh, manusia sebagai makhluk sosial, selalu membutuhkan bantuan orang lain. Untuk itu, diperlukan hubungan sosial melalui interaksi antar sesama untuk memenuhi kebutuhannya. Dorongan untuk berinteraksi dengan sesama, harus dibina sejak manusia dilahirkan ke dunia. Karena masa pertumbuhan manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungannya.(Farhan SN)***