Prihatin Duel Maut Siswa SD, Pemkab Garut Segera Evaluasi Penggunaan Sajam dalam KBM

ilustrasi

GARUT,(GE).- Sebagai wujud keprihatinan atas tragedi duel maut siswa SD yang berujung menggalnya seorang siswa kelas 6 di kawasan Cikajang,Sabtu (21/7/2018) lalu, Pemerintah Daerah (Pemda) Garut, segera mengevaluasi penggunaan senjata tajam (Sajam) oleh pelajar dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

“Sangat prihatin, emosi anak bisa sebesar itu, padahal masih sepupuan,” ujar Bupati Garut Rudy Gunawan, selepas menghadiri konferensi cabang PWI Garut, Rabu (25/7/2018).

Menurutnya, salah satu program utama pendidikan dasar di Garut adalah mengamalkan sistem pendidikan berbasis pendidikan agama. Terjadinya kasus perkelahian siswa SD hingga berujung maut tersebut harus menjadi pelajaran semua pihak.


“Ini harus menjadi pelajar semua pihak. Padahal tahun ini Garut meraih penghargaan sebagai daerah layak bagi anak,” katanya.

Disinggung terkait perlunya pemerintah melarang penggunaan sajam dalam KBM di sekolah, Rudy menyatakan jika prosedur penggunaan sajam sudah sesuai prosedur yang berlaku.

“Kalau prakarya justru perlu gunting, alat untuk prakarya kan pakai gunting, itu soal anaknya, kita akan evaluasi semuanya,” tukasnya.

Pelayanan RSUD akan Diperiksa

Meninggalnya FNM, siswa kelas 6 SDN Cikandang 1, akibat berkelahi dengan temannya, Sabtu lalu, menyisakan kisah pilu terkait pelayanan sumah sakit. Sebelum meninggal dunia, koran yang mengalami luka serius akibat tikaman gunting , malah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah, padahal masih harus dirawat. “kita akan lakukan penyelidikan (ke RSUD dr. Slamet), saya akan turunkan inspektorat,” katanya.

Sepereti diketahui, korban FNM sempat mendapatkan perawatan rumah sakit Sabtu malam hingga Ahad pagi (22/7/2018) lalu, dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia di hari yang sama setelah meninggalkan rumah sakit pagi harinya. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI