PPP Lakukan PAW, Hj. Nurhayati Gantikan Djadja Sutarja

GARUT, (GE).- Fraksi Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Garut, Jawa Barat, melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap salah seorang anggotanya yang meninggal dunia, Drs. H. Djadja Sutarja, M.Si. Untuk mengisi kekosongan kursi di legislatif, keanggotaan almarhum Djadja digantikan oleh Hj. Nurhayati.

Prosesi PAW dilakukan pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Garut masa sidang II tahun sidang 2018, melalui pengambilan sumpah dan janji PAW yang dipimpin Ketua DPRD Garut, Ade Ginanjar, Rabu (16/5/18) di Gedung Dewan, Jalan Patriot, Tarogong Kidul.

Rapat paripurna tersebut merupakan tindaklanjut dari Surat Bupati Garut Nomor : 171/1.1/1752/Tapem, tanggal 23 April 2018, yang ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor : 171/Kep-426-Pemksm/2018 tentang peresmian Pergantian Antarwaktu anggota DPRD Kabupaten Garut atas nama Drs. H. Djadja Sudarja, M.Si, yang  digantikan oleh Hj. Nurhayati.


Pengambilan sumpah disaksikan Wakil ketua DPRD, Agus Iswadi, dan Dadan Hidayatullah. Prosesi turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota komisi serta fraksi di DPRD Garut, plt. Sekda, para kepala SKPD.

Sesuai peraturan, anggota DPRD yang berhenti antarwaktu digantikan oleh calon anggota DPRD yang memperoleh suara terbanyak di urutan berikutnya dari partai dan daerah pemilihan yang sama. Karena Hj. Nurhayati merupakan peraih suara terbanyak kedua di Dapil 4 setelah almarhum Djadja, maka secara otomatis hak pergantian antar waktu jatuh ke Hj. Nurhayati.

Ketua DPRD Garut, Ade Ginanjar, berharap, kehadiran Hj. Nurhayati bisa ikut mewarnai kinerja para anggota DPRD Garut. Ade menilai, Hj. Nurhayati juga akan mampu bekerja sama dengan para anggota dewan lainnya.

“Ada banyak agenda kegiatan penting yang harus dilaksanakan demi kemajuan Kabupaten Garut,” pesan Ade kepada Hj. Nurhayati.

Usai pengambilan sumpah, salah seorang anggota DPRD dari Fraksi PPP, KH. Majmu menyampaikan tausiah Qobla Shaum Bulan Ramadhan. KH Majmu menerangkan, dalam mengisi bulan suci Ramadhan kita harus terbebas dari segala macam rereged atau kotoran. Agar dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan dipenuhi keberkahan.

“Pada saat melakukan puasa Ramadhan, kita harus menjaga terhadap apa yang membatalkan puasa Ramadhan. Berbohong, sumpah palsu, mengumbar hawa napsu. Itulah yang bisa menghancurkan nilai puasa kita.” tandas KH Majmu. (Yan/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI