PPDB Sistem Zonasi Jadi Upaya Pemerataan Kualitas Sekolah di Jawa Barat

BANDUNG (GE).- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2018_2019 di Grand Hani Hotel, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (14/5).

Dalam paparanya, Kadisdik optimis beberapa sistem yang diterapkanya pada PPDB kali ini dapat bermuara pada hasil yang baik. Target utama yang diharapkan pihak Provinsi saat ini, kata Ahmad Hadadi, yakni pemerataan Kualitas seluruh sekolah yang ada di Jawa Barat.

Kadisdik mengatakan bahwa stigma sekolah elit ataupun tidak elit , harus segera ditiadakan. Melalui inovasi yang tengah dijalankan saat ini, pihaknya berharap seluruh sekolah berada pada standar elit secara keseluruhan.


“Secara global tidak ada perubahan yang signifikan untuk PPDB jenjang SMA dan SMK tahun ini. Akan tetapi terdapat pemutahiran Sarpras penunjang yang dilakukan Disdik provinsi. Karnanya, melalui porum diskusi kali ini , saya harap stakeholder daerah berikut rekan rekan media yang hadir dapat bersinergi memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat, terutama sistem zonasi yang kita gunakan saat ini” jelas Kadisdik yang juga berkesempatan membuka acara diskusi pendidikan di Hotel Narima Indah, pada hari yang sama.

Lebih lanjut, dikatakan Kadisdik, terkait sistem PPDB zonasi ini adalah sebagai upaya mengakomodir calon peserta didik baru dengan persentase serapan yang telah ditentukan. Sistem ini , menurutnya menjadi bagian dari upaya memeratakan standar seluruh sekolah di Jawa Barat.

” Slotnya 50 persen untuk PPDB reguler, 20 persen afirmasi, 5 persen peserta didik disabilitas, 5 persen GTK, 10 persen jalur prestasi, dan 10 persen lainnya serapan warga sekitar sekolah. Nah itulah ruangnya, semua menjadi hak publik, silahkan pergunakan dengan baik ” tandasnya.

Dengan dilaksanakanya sistem zonasi ini, tentunya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah menyediakan ketersediaan quota kepada seluruh calon peserta didik . Disamping itu upaya ini diharapkan dapat menekan angka putus sekolah dari setiap jenjang pendidikan. (DONIMELODY)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI