Posko Bersama Penanggulangan Banjir Bandang Kumpulkan Keluarga Korban

TARKI,(GE).- Masa tanggap darurat bencana banjir bandang Sungai Cimanuk di Kabupaten Garut, akan berakhir pada Selasa (04/09). Namun Posko bersama yang didirikan beberapa lembaga dari luar Kabupaten Garut, secara resmi dibubarkan, Minggu (02/09).

Begitupu dengan posko bersama yang sudah didirikan dari awal terjadinya bencana di Komplek Local Education Centre (LEC) Yayasan Hikmah Garut. Posko tersebut secara resmi dihentikan.

Posko bersama tersebut, dibentuk oleh lembaga Petualang Muslim (Cinta Sedekah) dan 105 lembaga lainnya. Pada Pembubaran Posko bersama tersebut selain dihadiri unsur Muspika Kecamatan Tarogong Kidul, juga turut diikuti sebanyak 37 keluarga korban meninggal dan keluarga korban hilang. Pada kesempatan tersebut posko bersama memberikan santunan, berupa uang tunai dan bentuk lainnya.


Ketua Petualang Muslim, Aulia Ibnu mengatakan, pada hari Kemarin (2/10) merupakan hari terakhir posko bersama melakukan kegiatan tanggap bencana di Garut. Seluruh kegiatan baik itu posko logsitik dari 17 Lembaga yang dikomandoi Petualang Muslim dan Posko Pencarian Korban yang dikomandoi Wanadri berjumlah 105 lembaga, dihentikan.

“Pada kesempatan ini kami hanya bisa kumpulkan 37 keluarga korban meninggal dan korban hilang. Sebab keluarga yang lainnya tidak diketahui keberadaannya. Kami sudah cek ke tempat-tempat pengungsian tidak ada,” jelas Aulia.

Aulia menduga selain data korban yang sudah tercatat sebanyak 34 meninggal dan 19 dinyatakan hilang, masih banyak korban lainnya yang tidak terlaporkan dan belum ditemukan. “Kemungkinan banyak anak jalanan, komunitas anak “Punk” yang biasa tinggal di kolong jembatan Cimanuk, juga ikut menjadi korban,” katanya.

Hingga penutupan Posko Bersama, Aulia menyebutkan, kebutuhan yang disalurkan mulai dari kebutuhan makan dan tidur, seperti kasur sebanyak 251 buah, selimut sebanyak 1000 buah, baju baru anak 327 buah, juga sekop untuk membersihkan rumah, karpet untuk mesjid dan lainnya. “Diharapkan dengan bantuan yang kami berikan bisa sedikit meringankan beban para korban. Kami juga mohon maaf, apabila tidak bisa memberikan bantuan secara maksimal,” ujarnya.

Dalam acara pembubaran itu, dilakukan do’a bersama para keluarga korban. Beberapa keluarga korban juga ada yang menceritakan kisah memilukan yang merenggut nyawa anggota keluarganya tersebut.(Dief)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI