Pontren Darussalam Sindangsari Sambut Belasan Delegasi dari Kuwait

Beberapa tamu delegasi dari negara Kuwait, tampak bergamis serba putih saat mengunjungi Pondok Pesabtren Darussalam, Sindangsari, Kabupaten Garut, Kamis (27/4/2017)

ROMBONGAN delegasi dari Kuwait kunjungi pondok pesantren di Garut. Sedikitnya 12 orang delegasi kerajaan Kuwait  melakukan knjungannya ke sebuah pesantren terkemuka di Garut, yakni Pondok Pesantren Modern Darussalam, Sindangsari, Kersamanah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (27/4/2017).

Saat kedatangannya ke salah satu pondok pesantren di Garut ini, rombongan delegasi mendapat sambutan unik dari para santri. Ketika menyambut tamu dari dari Jazirah Arab ini, para santri menggunakan kostum tokoh super hero, Iron man.

Dua orang  santri Pondok Pesantren Modern Darussalam, tampak berdiri di tengah ribuan santri untuk menyambut  emir negara kaya itu sehingga menjadi lebih menarik.


“Biar kami tidak kelihatan kaku, bahwa pesantren pun bisa berkembang mengikuti jaman,” ujar Devi Muharrom, salah satu panitia penyambutan.

Menurutnya, penyambutan yang diberikan ribuan santrinya dianggap biasa saja. Apalagi penyambutan itu sebagai bentuk balasan dan saling menghormati atas kerjasama panjang yang selama ini terjalin. “Mungkin kerjasama kami sudah 30 tahun lebih,” akunya.

Pesantren Darussalam selama ini dikenal sebagai pesantren modern yang mampu menghasilkan ribuan santri terampil. Sehingga penyambutan meriah itu dianggap tepat.

“Sudah selayaknya tamu kita hormati, terlebih ini rombongan tamu dari jauh” katanya.

Dijelaskannya, untuk menambah keterampilan santri, selama ini pengelola pesantren telah lama memberikan berbagai keterampilan tambahan bagi santri, semisal teknik komputer, servis eletronik, otomotif dan handycraft.

“Khusus santri putri kita berikan kursus menjahit, tataboga dan tata rias,” ujarnya.

Devi menyebutkan, misi delegasi salah satu negara kaya di timur tengah itu untuk memberikan bantuan pembangunan fasilitas gedung baru asrama berikut kelas baru bagi santri putri.

“Nanti perwakilan dari mereka yang akan langsung meletakan batu pertamanya,” katanya.

Dalam prosesi penyambutan, sedikitnya 2.000 santri putra-putri plus 450 orang santri yatim piatu jaringan pesantren jaringan Gontor  diterjunkan ke lokasi penyambutan yang dipusatkan dari pintu masuk pesantren putri hingga halaman dan ruanh utama Auditorium pesantren.

Mereka berderet berbaris menyambut iring-iringam delegasi sambil sesekali dipandu kesenian longser yang pertama kali memberikan kalungan bunga bagi seluruh delegasi yang datang. “Kami sekaligus mengenalkan kesenian daerah Indonesia,” ujarnya. (ER)***

 Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI