PON XIX, Atlet Pencaksilat Garut Targetkan Empat Emas

PENDOPO, (GE).- Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat menjadi andalan Kabupaten Garut dalam perhelatan PON XIX Jawa Barat. Dari cabor ini, Garut menargetkan raihan empat medali emas.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut Kuswendi mengatakan, pada PON XIX, Garut mengirimkan sebanyak 30 atlet untuk memperkuat Jabar. Mereka diturunkan dalam tujuh cabor yang akan dipertandingkan.

“Kami menargetkan empat medali emas dari cabor pencaksilat,” kata Kuswendi kemarin.

Meski mengandalkan cabor pencaksilat, dia mengaku para atlet dari cabor lain berpeluang untuk menyumbang emas. Namun Kuswendi menyatakan pihaknya tidak menaruh target di beberapa cabor itu.

“Atlet Garut turun juga di cabang lain seperti dayung, bola voley, sepeda, hingga tenis meja. Semua punya peluang (menyumbang medali), tapi tidak ada target peraihan medali emas,” ujarnya.

Pelaksanaan kirab api PON XIX yang melintasi wilayah Garut sendiri mendapat sambutan warga. Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, dirinya dan warga Garut akan mendukung pelaksanaan PON XIX meski tidak ada satu pun venue yang digelar di Garut.

“Ini kan acara berlevel nasional. Jadi memang harus gebyar. Sebagai bagian warga Jawa Barat tentunya semua harus ikut menyukseskan,” ujar Rudy.

Dia menyatakan obor api PON diinapkan di Babancong kawasan Pendopo Garut, pada Kamis 8 September 2016 malam, lalu pada Jumat pagi akan kembali diarak pukul 07.00 WIB menuju Kabupaten Sumedang.

“Walau tidak ada venue tapi ada atlet dari Garut yang mengikuti PON. Jadi warga Garut juga ikut berpartisipasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Garut AKP. M Ardi Wibowo, mengatakan, pada kirab api PON XIX pihaknya menurunkan sebanyak 70 personel untuk melakukan pengawalan. Pengawalan itu dilakukan sejak di perbatasan Tasikmalaya-Garut, wilayah Kecamatan Cilawu.

“Kami selalu berkoordinasi dengan Polres Tasikmalaya, pengawalan (kirab api PON) dilakukan dari Cilawu hingga Pendopo Garut yang menjadi tempat perhentian sementara. Baru pada Jumat besok (hari ini), pengawalan dilakukan kembali dari Pendopo Garut menuju kawasan Nagreg,” ujar Ardi.

Ardi menjelaskan, ada beberapa ruas persimpangan jalan yang ditutup sementara dalam pengawalan itu. Namun, Ardi memastikan penutupan jalur ini hanya bersifat tentatif.

“Sifat penutupan jalur ini tentatif, situasional. Kalau misalnya lancar, ya tidak akan ada penutupan,” imbuhnya. Useu G. Ramdani***