Polres Garut Petakan Kemacetan Selama Arus Mudik dan Balik

Kabag Ops Polres Garut, Kompol Liman Heriawan

MAPOLRES, (GE).- Sejumlah unsur Muspida Garut berkumpul di Mapolres Garut guna mengantisipasi berbagai permasalahan yang diprediksi akan terjadi selama berlangsungnya arus mudik dan balik lebaran 1437 Hijriyah. Polres telah memetakan sejumlah tempat sebagai rawan kemacetan dan tindak kejahatan. Oleh sebab itu, Polres telah membuat sejumlah opsi untuk mengantisipasi hal terburuk terjadi.

Melaluli Kabag Ops Polres Garut, Kompol Liman Heriawan, mengatakan beberapa tempat dinilai rawan kemacetan diantaranya jalur Leles dan Kadungora. Bergeser ke arah kota, Alun-alun Tarogong menjadi titik kemacetan berikutnya. Sementara di jalur lainnya, depan Pasar Limbangan, Pasar Lewo Kersamanah dan Pasar Malangbong menjadi perhatian berikutnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan di jalur tersebut, Polres Garut akan melakukan rekayasa jalan. Salah satunya, jika terjadi kemacetan di Leles, kendaraan akan diarahkan ke Banyuresmi melalui Sarkanjut. Sementara di Limbangan akan dialihkan ke Cibatu masuk ke Bandrek. Selain itu, upaya buka tutup jalur akan dilakukan jajaran Polres Garut jika kemacetan tak bisa diurai dengan pengalihan jalan.

Selain upaya tersebut, Polres Garut meminta kepada Pemkab Garut untuk segera memperbaiki penerangan jalan umum (PJU). Pasalnya masih ditemukan sejumlah PJU yang tak berfungsi menjelang arus mudik.

Liman mengatakan sejumlah kekurangan fasilitas di jalur mudik telah disampaikan ke Pemkab Garut dalam rapat koordinasi. Kapolres pun menekankan agar PJU bisa segera dilengkapi.

“Tadi (kemarin) juga sudah koordinasi dengan pak Bupati. Kami juga sudah minta agar PJU khususnya di daerah rawan kecelakaan untuk bisa menyala,” ujar Liman di Mapolres Garut, Senin (27/6/2016).

Dari hasil pemantauan pihaknya, lanjut Liman, terdapat sejumlah PJU yang tak berfungsi. Di antaranya di Alun-alun Leles, Tutugan Leles dan sejumlah titik di Limbangan.

“Di jalan alternatif Cijapati juga belum ada PJU. Lokasinya di Tanjakan Kopi. Untuk lokasi lainnya sudah berfungsi baik,” ucapnya.

Terkait kondisi jalan di sepanjang jalur mudik, diakui Liman masih terdapat jalan yang berlubang. Terutama di jalur alternatif Cibiuk-Limbangan. Sedangkan untuk jalur utama selatan yakni Limbangan-Malangbong sudah cukup bagus.

“Jalan Kadungora-Leles juga sudah diperlebar. Jalan Sudirman (Copong) yang menuju Singaparna sudah beres pengecorannya. Kondisi jalannya ada yang bagus dan bergelombang,” katanya.

Liman menambahkan, pihaknya tak merekomendasikan para pemudik untuk menggunakan jalur Kamojang. Pasalnya kondisi jalan yang menanjak dan belum tersedianya PJU bisa menjadi penyebab kecelakaan.

“Untuk Cijapati juga tidak jadi prioritas jalur alternatif. Kecuali jalur utama menuju Garut sudah sangat padat. Kalau Kamojang belum direkomendasikan,” ujarnya.

Untuk antisipasi kejahatan di jalur Cijapati, menurut Liman telah disiapkan personil dan penembak jitu. Sebanyak 999 personil akan diterjunkan sepanjang pelaksanaan arus mudik dan balik ditambah bantuan dari Dishub, Satpol PP, dan sejumlah relawan.

“Meski sudah dibuka tol menuju daerah Jawa Tengah, tapi tetap jalur selatan bakal ramai. Terutama didominasi oleh kendaraan roda dua. Jadi pengamanannya sama seperti tahun lalu,” ucap Liman.

Menurut Liman, pihaknya juga menyiapkan tempat peristirahatan bagi pemudik di setiap Polres. Bahkan kantor kecamatan dan Koramil pun diminta untuk membuka tempat istirahat.

“Bupati janji akan siapkan tenda untuk tempat istirahat pemudik. Bila perlu siapkan tukang pijit. Semuanya untuk pelayanan ke para pemudik,” katanya.  (Farhan SN)***