Polisi Dalami Perkara Ujaran Kebencian Kader PKS Garut

GARUT – Ujaran kebencian yang dilakukan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Garut kini sedang didalami oleh jajaran Polres Garut. Bukti keseriusannya, Polres Garut telah membentuk tim dan terus berkoordinasi dengan Penegakkan Hukum Terpadu (Gakumdu).
 
“Tim sudah diterjunkan dua hari ke belakang. Saat ini masih berkoordinasi dengan Gakumdu,” ujar Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, di Mapolres, Jumat (6/4/18).
 
Menurut Kapolres, tim yang diterjunkan diberi waktu selama lima hari untuk menyelesaikan persoalan ini. Sampai hari ini, kata Kapolres, tim sudah bekerja selama dua hari.
 
Saat ini, tim yang diterjunkan masih berkoordinasi dengan Gakumdu karena ranahnya ada dalam konteks Pilkada. Namun jika ujaran tersebut terbukti ada unsur pidananya tentunya Polres akan mengambil alih perkara ini.
 
Namun sebelum langkah hukum dilakukan, Kapolres mengaku telah memanggil kedua belah pihak untuk melakukan mediasi. Tentunya agar persoalan ini bisa diselesaikan dengan musyawarah.
 
“Saya menyarankan agar persoalan ini diselesaikan dengan mediasi. Polres Garut siap memfasilitasinya,” ucap Kapolres.
 
Kapolres mengaku, ujaran kebencian seperti yang dilaporkan tim pasangan nomer urut 2 ini baru pertama kali terjadi sepanjang tahapan Pilkada 2018. Ia berharap, semua simpatisan pasangan calon bisa menahan diri agar tidak melontarkan ujaran kebencian yang bisa menimbulkan perpecahan.
 
“Lebih baik promosikan saja visi dan misi pasangan calonnya masing-masing. Jangan sampai memicu pecah belah. Saya berharap Pilkada 2018 ini betul-betul menghasilkan pemimpin terbaik di Garut. Sehigga caranya pun harus ditempuh dengan yang baik pula. Mari kita wujudkan Pilkada yang damai dan bersih,” imbaunya.
 
Diberitakan sebelumnya, akun facebook milik seorang kader PKS Garut, Dede Salahudin menyebutkan “nomor 2 dijamin masuk naraka”. Komentar tersebut sontak mengundang kemarahan sejumlah simpatisan Paslon nomer 2. Sehingga ujaran kebencian di medsos tersebut diproses secara hukum. (MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI