Polda Jabar Mulai Sidik Penambang Pasir Ilegal Gunung Guntur

TARKID, (GE).- Aksi penambangan pasir di kawasan Gunung Guntur, Kabupaten Garut terpantau masih berjalan. Padahal saat ini Kepolisian Daerah (Polda) Jabar tengah melakukan proses penyidikan kasusnya. Jika aksi penambangan ilegal ini dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan bencana longsor di kawasan tersebut.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat, Anang Sudarna, di sela kegiatan pemasangan portal penutup akses menuju tempat galian ilegal di kawasan Gunung Guntur, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (17/12/2015).

“Kegiatan penambangan pasir di kawasan Gunung Guntur INI sama sudah melecehkan institusi negara.” Tandasnya.

Anang menyebut, hal ini dikarenakan berulangkali tim gabungan dari berbagai dinas/isntansi melakukan penutupan terhadap lokasi penambangan liar ini, akan tetapi aksi penambangan masih saja marak. Apalagi saat ini kasusnya tengah dalam proses penyidikan pihak Polda Jawa Barat.

“Kasusnya kini tengah disidik Polda Jawa Barat sehingga harusnya tidak ada lagi kegiatan penambangan lagi di sini.”Tegasnya.

Bahaya aksi penambangan pasir ilegal ini diperkuat dengan adanya surat edaran terkait potensi bencana dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Jika kegiatan penambangan pasir di kawasan Gunung Guntur terus berjalan, potensi bencana longsor akan semakin besar. Dan jika sampai terjadi longsor, maka dampak longsor bisa merusak sejumlah daerah yang ada di kawasan kaki Gunung Guntur termasuk kawasan wisata Cipanas.” Ungkapnya.

Anang meminta Bupati Garut bersikap tegas, salah satunya dengan cara memberi penindakan terhadap oknum kepala desa yang menjadikan lahan carik desa sebagai tempat penambangan ilegal. Hal ini dikarenakan dapat dipastikan bahwa semua tambang yang tak berizin meski berada di lahan pribadi merupakan aktivitas ilegal. (Tim GE)