PLN Garut Putuskan Aliran Listrik ke Camp Pengungsian Banjir Bandang dan 10 SKPD

KONDISI pengungsian tampak gelap gulita setelah PNL Garut memutus aliran listrik.*

GARUT, (GE).– Kebijakan PLN Garut yang mencabut listrik setiap bangunan yang belum membayar tagihan, berimbas pada para pengungsi korban banjir bandang di Kabupaten Garut. Rabu (30/11/2016) Perusahaan Listrik Negara (PLN) cabang Garut, menyegel aliran listrik, di dua tempat pengungsian korban banjir bandang. Tepatnya di rumah singgah Lembaga Pengayaan Secara Elektronik (LPSE) dan gedung Bale Paminton yang berlokasi di Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

Kepala Kelurahan Pakuwon, Asep Mulyana, yang menjadi pengurus di rumah singgah LPSE membenarkan bahwa listrik di tempat pengungsiannya telah dicabut.

“Ya tadi sekitar jam 9 pagi listrik di LPSE dicabut oleh pihak pengelola (PLN), tombol listriknya disegel menggunakan kawat,” ucapnya.


Sementara itu salah seorang pengungsi, Cucu Saepudin, mengatakan, dirinya sangat berharap agar PLN bisa memasok lagi aliran listrik ke pengungsian.

“Saya berharap agar PLN bisa lah mengalirkan lagi listrik ke tempat pengungsian ini, kasian lah sama saya, dan yang lain, apalagi saya punya bayi, kalo aliran listriknya dihentikan, saya gak bisa nyeduh susu, karena dispensernya mati. Sekali lagi tolong lah karena rasa kemanusiaan lebih tinggi dari hanya sekedar aturan,” ucapnya.

Selain tempat pengungsian, PLN Garut juga memutus aliran listrik ke 10 SKPD di Kabupaten Garut, salah satunya adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil), sehingga pelayanan publik terhenti.

“Tadinya saya ingin membuat KTP, namun listriknya mati, ya terpaksa setelah jauh jauh dari cibatu, saya harus pulang lagi,” ujar salah seorang warga, Robi.(Aden)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI