Pilkada Serentak 2018, Secara Kelembagaan Posisi NU Netral

Para pasangan calon Buptai-Wakil Bupati Garut, tampak duduk berdampingan saat menghadiri acara Harlah NU ke 92 di halaman Kantor PCNU Garut, Jalan Suherman, Kecamatan Tarogong kaler, Kabupaten Garut, Rabu (31/1/2018).***

GARUT,(GE).- Menyikapi Pilkada Garut 2018, secara kelembagaan Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan netral, atau tidak berpihak kepada siapapun pasangan Calon Bupati- Wakil Bupati Garut. Namun demikian, warga NU wajib memilih salah satu pasangan calon. Jadi hal memilih itu diserahkan saja kepada pribadi masing-masing.

Demikian disampaikan Ketua Rois Syuriyah, KH Rd. Amin Muhyiddin Maulani, didampingi Ketua Tanfidziyah PC NU Garut, KH. Atjeng Abdul Wahid, usai menghadiri acara Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke 92 di halaman Kantor PCNU Garut, Jalan Suherman, Kecamatan Tarogong kaler, Kabupaten Garut, Rabu (31/1/2018).

Ceng Mimin sapaan KH. Amin Muhyiddin Maulani mengatakan, semua calon Bupati – Wakil Bupati Garut ini adalah keluarga besar NU. Mereka adalah amalan NU, makanya warga Nahdliyin harus ikut memilih salah satu diantara mereka.


“Warga NU itu ada dimana-mana, ada di PPP, PKB, Golkar, PDIP dan lainnya. Siappun pemenangnya adalah warga NU itu sendiri. Pilihlah yang terbaik,” katanya.

Sementara itu, Ceng Mujib begitu sapaan KH. Atjeng Abdul Wahid menyebutkan, NU bukan partai politik, tetapi NU berpolitik, dan NU harus netral. Artinya secara kelembagaan tidak boleh mendukung salah satu pasangan calon tetapi harus memilih salah satu pasangan calon yang terbaik.

“NU itu bukan partai politik tetapi NU berpolitik. Artinya NU harus kembali ke fitrah NU ikut aktif dan diwajibkan memilih,” katanya.

Ceng Mujib mengatakan, NU diwajibkan berperan artinya ikut aktif dan lebih giat lagi, karena ke depan mengahadapi tantangan.

“Kalau NU diam dan tetap stagnan tentunya akan ditinggalkan. Makanya NU harus mampu menata baik di internal NU maupun menjadi pertahanan terdepan membela NKRI. Karena sekarang ini tidak dipungkiri yang paling bahaya itu adalah ancaman radikal. Makanya NU ingin paling terdepan mempertahankan NKRI dan ajaran Pancasila,”  ungkapnya.

Dalam acara Harlah NU Ke 92 itu selain dihadiri kaum Nahdiyin juga tampak hadir para calon Bupati-Wakil Bupati Garut. Mereka duduk bersama dibarisan paling depan. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI