Pilkada Semakin Dekat, Panwaskab Gelar Rakor Pengawasan Partisipatif

KETUA Bawaslu Jabar Drs. Harminus Koto, Komisioner Panwaslu Garut, dan Panwascam se Kabupaten Garut berfoto bersama sesudah kegiatan Rapat Koordinasi Pengawasan Partisifatif, Sabtu (25/11/2017)/ foto: Hendra YG/GE.
***

GARUT, (GE).- Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota serentak tahun 2018 semakin dekat. Dalam pemilihan yang dijadwalkan pada 27 Juni 2018 itu, untuk meningkatkan kapasitasnya sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016. Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Garut menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Partisipatif. Gelaran rakor ini telah berlangsung di Aula Hotel Suminar Garut,  Jalan Otista No. 267, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat. Sabtu (25/11/17).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka langsung Ketua Panwaslu Garut, Heri Hasan Basri, S.IP.,M.Si. Rakor tersebut dihadiri sejumlah Komisioner Panwaslu Garut, Ketua KPUD Garut, perwakilan Desk Pilkada, perwakilan Disdukcapil, 42 Ketua Panwascam se Kabupaten Garut, 10 orang perwakilan dari PPK, 2 orang perwakilan Ormas/LSM, 2 orang lintas agama, dan 4 orang perwakilan dari media.

Dalam sambutannya Ketua Panwaskab Garut mengatakan, bahwa prioritas pengawas pemilu adalah upaya pencegahan dalam pemilihan. “Meski demikian, bukan berarti Panwaslu mengabaikan upaya penanganan pelanggaran pemilihan. Tujuan Dalam hal pengawasan partisipatif. Kami berharap kepada peserta yang hadir pada hari ini (rakor/red) untuk bisa ikut andil dalam mensukseskan pilkada serentak yang akan datang,” tegasnya.


Dijelaskannya, tugas Panwas sendiri diantaranya untuk mengawasi dan menindak jika terjadi kecurangan dan pelanggaran yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

“Jika menemukan dugaan pelanggaran jangan sungkan untuk melaporkan ke panwaslu kabupaten/kota atau panwaslu kecamatan,” tandasnya.

Heri menambahkan  tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut merupakan bentuk keseriusan pengawas pemilu untuk mengawasi jalannya pemilihan Pilkada serentak tahun 2018.

“Diperlukan banyak keterlibatan semua elemen masyarakat, salah satunya adalah media, baik cetak maupun online. Sehingga diharapkan wartawan yang hadir sebagai peserta dalam kegiatan ini dapat menyebarluaskan informasi berkaitan dengan pengawasan jalannya setiap tahapan pemilihan serta jika ditemukan dugaan pelanggaran terjadi,” jelasnya.

Dipenghujung acara, Ketua Bawaslu Jabar, Drs. Harminus Koto, mengatakan panwascam harus siap di lapangan melakukan pengawasan karena tahapan pemilihan sudah berjalan, diantaranya verifikasi bakal calon perseorangan.

“Panwas harus melakukan pengawasan secara proaktif dalam hal data dukungan calon perseorangan saat verifikasi dilakukan oleh KPU. Dalam menjalankan tugas Panwaslu harus pasang badan juga kebal. Artinya panwaslu harus memahami Undang-udang Pemilu, Perbawaslu, serta PKPU. Sehingga dalam menjalankan tugas pencegahan, penindakan dan pemutusan pelanggaran pemilu, panwaslu akan aman serta mampu merumuskan putusan dengan baik sesuai dengan aturan perundang-undangan,” ungkapnya. (Hendra YG)***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI