Peserta Aksi Jihad Guru Mulai Berdatangan, Ribuan Guru akan Kepung Pemkab Garut

GARUT, (GE).- Ribuan peserta aksi jihad guru terus berdatangan dari berbagai penjuru. Diperkirakan lebih dari sepuluh ribu guru akan menggelar aksi protes terhadap pernyataan mantan Plt Kadisdik Jajat Darajat yang menyebut guru honorer ilegal.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun “GE” ribuan guru akan hadir dalam aksi unjukrasa yang mereka namakan “Jihad Guru” tersebut. Dari tiap kecamatan mengirimkan ratusan bahkan ada yang ribuan guna bahu membahu memberikan dukungan atas aksi jihad guru tersebut.

Salah seorang peserta aksi jihad guru yang datang dari Kecamatan Talegong, Yani (32), mengaku berangkat dari rumahnya sekira pukul 02.00 WIB. Ia beserta ratusan temannya berangkat menggunakan angkutan umum elf.


“Sengaja berangkat sejak dini hari agar bisa bersama-sama bergabung dalam aksi jihad guru,” aku Yani saat dihubungi “GE”, Selasa (18/9/18).

Yani mengaku terketuk hati untuk mengikuti aksi karena merasa profesinya sebagai guru honorer dilecehkan oleh pernyataan mantan Plt Kadisdik yang menyebut guru honorer ilegal.

“Terus terang saja pernyataan itu menyakiti ribuan guru honorer yang telah berjuang mencerdaskan anak bangsa meski hanya diberi upah alakadarnya. Seharusnya seorang pemimpin itu mengayomi agar para guru honorer yang belum mendapat giliran diangkat menjadi ASN bisa terus bekerja dengan baik,” ucapnya.

Ia berharap dengan digelarnya aksi unjukrasa ini, sanksi tegas bisa diberikan kepada mantan Plt Kadisdik. Selain itu, tuntutan agar guru honorer mendapatkan SK bupati pun bisa terealisasi.

Guru honorer lainnya, berasal dari Malangbong, Totoh A Fathah (39), menandaskan ribuan guru honorer akan mengepung Pemkab Garut dalam aksi jihad guru. Menurutnya aksi tersebut merupakan bentuk solideritas sesama guru yang merasa tersakiti.

“Peserta aksi jihad guru bukan hanya guru honorer tapi PNS pun ada. Pada intinya semua guru merasa tersakiti oleh ucapan yang dilontarkan mantan Plt Kadisdik Jajat Darajat,” kata dia.

Sementara itu Ketua Fagar Sukwan Kabupaten Garut, Cecep Kurniadi mengatakan, awalnya aksi akan dilaksanakan pada Senin (17/9/2018). Namun setelah menggelar rapat, demontrasi diundur menjadi Selasa. Agar pergerakan massa bisa terkendali, nantinya akan ada sejumlah titik kumpul massa yang akan datang dari berbagai penjuru.

Tempat yang akan digunakan sebagai titik kumpul diantaranya, Jayaraga, Depan Kampus STIE 1-2, Masjid Patriot dan depan Kampus IPI. Kemudian massa akan bergerak ke Pemkab Garut dan DPRD.

Selain menyuarakan ketersinggungan mereka atas pernyataan mantan Plt Kadisdik yang menyebut guru honorer ilegal, Cecep mengatakan, para guru honorer menuntut dikeluarkannya surat keputusan (SK) Bupati untuk mereka. Pasalnya saat ini, payung hukum guru honorer tak jelas. Dampaknya sejumlah guru honorer tak bisa mendapat sertifikasi.

Aksi protes itu berdampak pada kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bahkan sejumlah sekolah terpaksa meliburkan siswanya.

Berdasarkan data yang diperoleh “GE”, guru yang datang dari tiap kecamatan yang akan mengikuti aksi jihad guru tersebut sebagai berikit :

Update peserta jihad berdasarkan laporan sekum pgri garut:
1. Banyuresmi. = 800 orang
2. Peundeuy. = 180 orang
3. Cibalong. = 224 orang
4. Cikelet. = 240 orang
5. Sukawening. = 500 orang
6. Cikajang. = 450 orang
7. Karangtengah. = 300 orang
8. Pamulihan = 200 orang
9. Cisurupan. = 600 orang
10. Mekarmukti. = 175 orang
11. Pasirwangi. = 323 orang
12. Kersamanah = 200 orang
13. Selaawi. = 250 orang
14. Tarkid. = 900 orang
15. Banjarwangi = 300 orang
16. Cihurip. = 140 orang
17. Pameungpeuk. =200 orang
18. Garut Kota. = 1000 orang
19. Limbangan. = 500 orang
20. Sucinaraja. = 350 orang
21. Pakenjeng. = 350 orang
22. Leles = 435 orang
23. Pangatikan. = 200 orang
24. Leuwigoong. = 240 orang
25. Cigedug. = 250 orang
26. Singajaya. = 250 orang
27. Samarang. = 540 orang
28. Tarogong Kaler = 600 orang
29. Talegong. = 132 orang
30. Cibatu. = 600 orangbu
31. Bungbulang. = 145 orang
32. Cibiuk. = 258 orang
33. Wanaraja. = 500 orang
34.cisewu. =125 orang
35 Malangbong. = 700 orang
36. Karangpawitan 604 orang
37. Cilawu. = 967 orang
38. Caringin. = 200 orang
39. Cisompet = 330 orang
40. Bayongbong = 300 orang

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI