Perusak Hulu Cimanuk Segera Ditetapkan Tersangka, Pengelola Wisata Darajat dan Direksi BUMD Jadi Objekan

GARUT, (GE).- Dilansir dari halaman galamedianews.com Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jawa Barat temukan adanya pelanggaran dan mengarah ke tersangka terkait kasus dugaan pengerusakan lingkungan di area hulu Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut. Hal itu juga yang diduga menjadi penyebab banjir bandang beberapa waktu lalu.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Direktur Reskrimsus‎ Polda Jawa Barat, AKBP Diki Budiman kepada wartawan di Mapolda Jabar, Rabu (7/12/2016). Tersangka yang terlibat diperkirakan dari pengelola wisata dan pengelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kawasan Dajarat Pas.

“Tersangka belum ada tapi menuju ke situ sudah ada. Namun ada sedikit hambatan. Mau periksa saksi ahli tidak pas waktunya. Lainnya tidak ada kendala, secepatnya nanti kita umumkan,” jelasnya.


Diki menuturkan, empat objek terkait pengerusakan lingkungan telah dilakukan penyelidikan. Di antaranya mengenai tempat wisata yang tidak memiliki izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

“Kita jadikan empat objek penyelidikan di Garut. Dua sudah jadikan objekan terhadap kerusakan di hulu diduga dilakukan tempat wisata yang tidak memiliki izin Amdal. Yang kedua, pengelolaan di hulu Das, yang dilakukan salah satu BUMD. Dan dua lagi, terkait tindak pidana korupsi, tapi belum naik ke penyidikan‎,” tutur dia.

“Sekarang tingal menunggu keteguhan kita untuk menetapkan tersangka setelah keterangan para saksi ahli. Saksinya dari aksi ahli lingkungan hidup, saksi hukum pidana, dan dari civitas akademi yang punya disiplin ilmu soal lingkungan,” jelas dia menambahkan.

Diki mengungkapkan, dari dua objek yang telah dilakukan penyelidikan, pengelola kawasan wisata di Darajat Pas dan direksi BUMD. “Mungkin tersangka bisa satu atau dua orang. Itu bisa termasuk pengola wisata dan pengelola (direksi) BUMD,” terang Diki. (Net)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI