Pertarungan Pesilat Panglipur Hipnotis Pengunjung Tong Tong Festival Belanda

AKTOR laga Hollywood, Cecep Arief Rachman, saat bertarung dengan dua pesilat Panglipur Garut di ajang Tong Tong Festival, Den Hag, Belanda, Sabtu (26/5/18). (Foto : Istimewa)***

DEN HAAG, (GE).- Para pesilat Paguron Panglipur Garut, Jawa Barat, kembali mendapat kehormatan untuk tampil menghibur para pengunjung Tong Tong Festival (TTF) ke-60 yang digelar dari 24 Mei hingga 3 Juni 2018 di Den Haag, Belanda.

Pertarungan seru bintang laga Hollywood, Cecep Arief Rachman, dengan para pesilat Panglipur lainnya di Tong Tong Podium, Sabtu (26/5/18), tak pelak mengundang tepuk riuh para penonton yang datang dari berbagai pelosok dunia. Jurus-jurus maut tangan kosong ataupun dengan senjata yang ditampilkan pesilat Panglipur mampu menghipnotis para penonton yang tak beranjak dari arena pertunjukkan.

Paguron Panglipur sendiri mengirimkan sejumlah pesilat andalannya ke ajang festival budaya yang mendunia itu. Mereka adalah Cecep Arief Rachman, Yudistira, Farish, Nijam, Febri, dan Cecep Rokhmat.


“Sebenarnya rombongan kami sebanyak 8 orang. Soalnya H. Sofyan dari Perguruan Silat Harimau Singgalang Sumatera Barat juga ikut bergabung besama kami,” kata Ketua Rombongan, Yan Suryansyah, kepada GE melalui saluran telepon, Sabtu (26/5/18).

Menurut Yan, selain melakukan perform di Tong Tong Podium, para pesilat Panglipur juga diminta memberikan workshop jurus-jurus silat Panglipur di padepokan yang khusus dibuka di arena TTF.

Yan mengaku bangga, sebab bela diri khas warisan leluhur  Garut itu mendapat apresiasi positif dari para pengunjung TTF. Bahkkan, kata Yan, banyak pengungjung yang sengaja meminta Kang Cecep, sapaan akrab Cecep Arief Rachman, untuk membuka workshop di negara mereka.

PARA pengunjung Tong Tong Festival dari berbagai penjuru dunia memadati arena workshop pencak silat Paguron Panglipur, Garut, Jawa Barat. Mereka tampak antusias ketika para pendekar Panglipur memamerkan jurus-jurus maut bela diri pencak silat, Sabtu (26/5/18). (Foto : Istimewa)***

Seni bela diri pencak silat sendiri merupakan salah satu dari 200 seni budaya dunia yang dihadirkan di ajang TTF tahun ini. Sajian hiburan TTF  digelar selama sepekan di tiga panggung utama.

Lebih jauh Yan mengatakan, selain di panggung TTF, para pesilat dari padepokan Kasundan Limanjaya, Desa Pataruman, Kecamatan Sucinaraja, Garut ini juga akan tampil menghibur masyarakat Amesterdam dan Einhoven.

“Insha Allah, tanggal 4 dan 5 Juni kami juga diminta tampil di Amesterdam dan Einhoven,” terang Yan Suryansyah.

Hanya saja, Yan mengaku sedih, karena keberangkatan mereka ke Belanda tidak mendapatkan dukungan dari Pemkab Garut. Padahal, menurut Yan, di sana (Belanda) kehadiran para pesilat Panglipur otomatis ikut mengharumkan nama kota domba.

“Untung kami mendapat sokongan dari Pak Ferdiansyah, sehingga akhirnya kami bisa berangkat ke sini (Belanda) sesuai waktu yang ditetapkan pihak panitia,” tandas Yan.

Yan juga mengucapkan terima kasih, karena selama ini anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (Ferdiansyah), sangat peduli terhadap pelestarian budaya pencak silat khususnya.

“Kemarin, waktu kami mengadakan festival silat dunia di Padepokan Panglipur, Pak Ferdiansyah juga memberikan dukungan moril materil,” pungkas Yan. (Sony MS/GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI