Persigar tak Mendapat Dana dari APBD, Pengurus dan Pemain “Ontrog” Kantor Bupati

GARUT, (GE).- Kabut kelam menyelimuti dunia persepakbolaan Kabupaten Garut. Puluhan pemain dan pengurus Persatuan Sepakbola Indonesia Garut (Persigar) beramai-ramai mendatangi Kantor Bupati Garut, Jumat sore (10/3/17).

Kedatangan para pemain dan pengurus Persigar tersebut untuk menanyakan kejelasan anggaran dari Pemkab Garut. Persigar sendiri kini tengah dalam persiapan mengahadapi Liga PSSI yang rencananya digelar mulai April 2017 mendatang.

Kedatangan mereka diterima langsung Bupati Garut, Rudy Gunawan, di ruang rapat Setda Garut. Dalam pertemuan tersebut Rudy menjelaskan, di dalam APBD Garut Tahun 2017 tidak ada alokasi anggaran untuk Persigar. Namun pihaknya akan melakukan pencarian dana dari beberapa perusahaan yang peduli kepada kemajuan sepak bola Garut, dalam hal ini Persigar.


“Untuk Persigar, kita akan lakukan fundrising (penggalangan dana/red), sudah ada komitmen dengan beberapa perusahaan, kita akan buktikan, pokoknya Persigar harus maju,” tukasnya.

Bupati berjanji segera memberikan gaji kepada para pemain Persigar, jika fundrising berhasil.

“Yang penting pemainnya harus tenang dulu. Kalau pemainnya tenang, semua akan tenang,” katanya.

Ketua Persigar, H. Dadang Johar Arifin, menjelaskan, kehadirannya bersama pengurus dan pemain Persigar tersebut untuk mempertanyakan anggaran Persigar. Sebab, pada periode sebelumnya selalu ada anggaran dari APBD.

“Kata Pak Bupati ada temuan BPK, jadi sekarang tidak ada anggaran di APBD untuk Persigar. Tapi Pak Bupati akan lakukan fundrising, atau apalah untuk mendanai Persigar,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, lanjut Dadang, Bupati akan mengundang beberapa perusahaan besar di Garut untuk dipertemukan dengan pengurus Persigar.

“Pak Bupati akan mempertemukan kita dengan beberapa perusahaan, membahas anggaran yang kita perlukan untuk mengikuti kompetisi PSSI yang rencananya digelar bulan Apriln (2017),” jelasnya.

Dadang menyebutkan, sejauh ini pihaknya belum pernah mendapatkan bantuan keuangan dari mana pun. Padahal pihaknya sudah melakukan pembinaan berbulan-bulan dari mulai seleksi calon pemain Persigar, melakukan pertandingan persahabatan dengan Persib, pertandingan internasional dengan T Team dari Malaysia, mengikuti kompetisi dan lain-lain.” Ya kita sudah mengeluarkan biaya Rp X, tapi belum pernah mendapatkan bantuan dari manapun,” ujarnya.

Diharapkannya, pertemuan dengan beberapa perusahaan yang difasilitasi oleh Bupati pada Senin (13/3/17) akan membuahkan hasil, sehingga Persigar bisa mengikuti kompetisi  Liga PSSI I (sebelumnya bernama Liga Nusantara).

“Persigar sendiri akan masuk di kompetisi Liga PSSI I tingkat nasional. Sangat disayangkan jika tim kebanggaan urang Garut ini sampai tak ikut kompetisi resmi PSSI tersebut. Terlebih kami menargetkan lolos ke Divisi Utama,” umbarnya.  (Jay)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI