Perkokoh Islam Wasathiyah, MUI – Polres Garut Lakukan Konsolidasi

.
Ketua MUI Garut, K.H. Sirojul Munir didampingi Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna bersama sejumlah tokoh masyarakat saat gelaran acara Konsolidasi Lembaga MUI Desa bertajuk “Memperkokoh Islam Wasathiyah,” di Lapang Futsal Cirendeng, Desa Panembong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut,. Selasa (27/03/2018) lalu./ foto: Hendra YG/GE.***

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut bekerjasama dengan Polres Garut belum lama ini menggelar kegiatan berupa Konsolidasi Lembaga MUI Desa dengan tema “Memperkokoh Islam Wasathiyah.”  Kegiatan yang dipimpin langsung Ketua MUI Garut, K.H. Sirojul Munir tersebut berlangsung di Lapang Futsal Cirendeng, Desa Panembong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut,.  Selasa (27/03/2018) lalu.

Ketua MUI Garut, K.H. Sirojul Munir, dalam acara tersebut memaparkan materinya di hadapan 300 peserta Zona 1 yang terdiri dari 7 perwakilan pengurus MUI Kecamatan yang meliputin Kecamatan Cikajang, Cigedug, Cisurupan, Bayongbong, Cilawu, Garut Kota serta Karangpawitan, dan MUI Desa.

“Kegiatan ini merupakan program yang sudah kami agendakan diawal tahun 2018, pertama untuk penguatan MUI Desa, karena selama ini MUI Desa di luar struktur tidak masuk di AD dan ART,”  katanya.


Dikatakannya, pihaknya telah berkoordinasi dengan MUI provinsi dan MUI Pusat untuk merekomendasikan agar MUI Garut segera menguatkan MUI desa untuk diberi SK oleh MUI Kabupaten. Sebelumnya SK tersebut hanya dikeluarkan oleh Camat/ Kepala Desa.

“ Kedua, kehadiran ulama di tengah masyarakat diharapkan mampu menangkal hoax di media sosial yang kerap memicu keributan. MUI Garut menyatakan bahwa Hoax itu haram hukumnya. Jika ulamanya sudah termakan hoax, maka ulama itu dikatakan tidak akan mampu mencerdaskan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, S.IK., meminta masyarakat untuk menyikapi informasi dan tidak cepat membagikan informasi yang sebenarnya belum jelas. Kapolres mencontohkan salah satu kasus hoax  belum lama ini dengan melibatkan seorang marbut di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut yang nekat menyebarkan hoax karena menginginkan alat pemotong rumput.

”Supaya lebih bijak dan kasus tersebut menjadi pengalaman. Kegiatan ini sangat bagus karena menjadi keharusan untuk terus dilakukan secara masif,  sesering mungkin kita lakukan dari level bawah sampai level atas,” jelasnya.

Dikatakannya, pihaknya telah menyampaikan ke MUI Garut supaya dilanjutkan ke tingkat kecamatan hingga ke desa. Dengan demikian diharapkannya masyarakat bisa membedakan mana informasi yang menyimpang atau tidak. (Hendra YG)***

Editor: kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI