Periodesasi Kepala Sekolah Jilid Dua Segera Diberlakukan, Ratusan Kepsek Dikembalikan Menjadi Guru

DISDIK, (GE).- Sempat memanas di Tahun 2015 pembatasan jabatan kepala sekolah atau yang akrab disebut periodesasi kepala sekolah kini akan diberlakukan kembali. Ratusan kepala sekolah akan dikembalikan menjadi guru. Sementara, ratusan kepala sekolah lainnya bersiap-siap menjadi penggantinya.

Sejumlah kepala sekolah (Kepsek) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Garut harus bersiap untuk kembali mengajar menjadi guru. Pasalnya Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut akan mengevaluasi para Kepsek yang telah memasuki periode ketiga jabatannya.

Kabid Pendidikan Dasar Disdik Kabupaten Garut, Totong, mengatakan pihaknya akan mengevaluasi kinerja Kepsek yang telah menjabat selama 8 sampai 12 tahun. Berdasarkan peraturan, Kepsek yang sudah memasuki periode ketiga atau lebih dari delapan tahun seharusnya kembali menjadi guru.

“Tapi kami juga harus melihat kinerja mereka. Jika ada yang berprestasi, mereka bisa diperpanjang. Hanya saja jabatan Kepseknya akan dialihkan ke sekolah yang lain,” ujar Totong di Kantor Disdik Garut, Jalan Pembangunan, Kamis (28/7/3016).

Nantinya para Kepsek yang memiliki prestasi tingkat Kabupaten maupun Provinsi, lanjut Totong, akan diberi penghargaan kembali untuk bisa menjabat Kepsek. Hanya saja para Kepsek itu akan dipindahkan ke sekolah yang tipenya lebih rendah dari sekolah yang dipimpinnya saat ini.

“Misal sekarang sekolahnya tipe A, nanti dipindah ke yang tipe B. Mereka kan sudan berprestasi di sekolahnya yang dulu. Jadi diharapkan bisa mengangkat prestasi sekolah yang lain,” ucapnya.

Dari data yang ada, tambah Totong, jumlah Kepsek yang sudah memasuki periode ketiga sebanyak 286 orang. Sedangkan yang memasuki masa pensium sebanyak 31 orang dan yang sudah melebihi 12 tahun masa jabatan sebanyak 56 orang.

“Itu untuk yang SD saja. Kalau untuk yang tingkat SMP ada 46 orang yang sudah memasuki periode ketiga. Dalam waktu dekat akan segera kami evaluasi,” katanya.

Totong menyebut, jika dari hasil evaluasi kinerja yang ditunjukkan kurang baik maka para Kepsek itu akan dikembalikan menjadi guru. Pihaknya pun telah menyiapkan sebanyak 246 calon Kepsek untuk mengganti para Kepsek yang memasuki periode ketiga.

“Tapi kalau dilihat dari jumlah Kepsek yang pensiun dan yang sudah lewat periode tiga kami butuh minimal 346 calon Kepsek. Nanti dari hasil evaluasi pasti ada Kepsek yang memasuki periode tiga masih akan menjabat. Jadi bisa tertutupi kebutuhannya,” ujarnya.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Garut, Asep D Maman, menyebut Disdik harus tegas dalam menerapkan aturan periodisasi Kepsek. Jika ada Kepsek yang menjabat di atas 12 tahun, maka harus dikembalikan menjadi guru biasa.

“Kepsek itu kan guru yang diberi jabatan untuk memimpin sekolah. Jadi tidak ada masalah kalau kembali menjadi guru,” kata Asep di Gedung DPRD Kabupaten Garut.

Agar tak menjadi masalah, ungkap Asep, Disdik harus selektif dalam mengevaluasi Kepsek. Ke depan Disdik pun harus memperhatikan usia calon Kepsek agar tak menjadi masalah dengan aturan periodisasi saat ini.

Asep menambahkan, saat ini yang menjadi sorotan periodisasi Kepsek justru dari tingkat SMA/SMK. Pasalnya banyak Kepsek yang sudah menjabat lebih dari 12 tahun.

“Tapi karena tingkat SMA/SMK akan diambil alih provinsi belum ada kejelasannya. Nanti kalau memang sudah diambil alih nanti kewenangannya bukan di kabupaten lagi,” ujarnya. (Farhan SN)***