Peringati Hari Anti Narkotika Internasional, Kepala BNNK Garut : Kejahatan Narkoba Meluas dan Massif

PEMKAB, (GE).- Bangsa ini adalah bangsa yang besar yang memiliki ciri utama sebagai bangsa yang religius. Ciri religius ini semestinya dipertahankan, khususnya di Kabupaten Garut ancaman narkoba ini adalah salah satu yang akan mengkhawatirkan ketahanan nasional. Kejahatan narkoba telah diklaim sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime), selain 3 kejahatan lainnya yakni korupsi, terorisme dan kejahatan seksual terutama kepada anak.

Demikian diungkapkan Kepala BNNK Garut, Drs. Anas Saepudin, dalam pidato sambutannya dalam upacara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, di Lapangan Setda Garut, Senin (27/06/ 2016).

“Jika kita cermati fokus kejahatan narkoba jauh lebih luas dan massif. Karena kejahatan narkoba dapat menembus batas-batas (boundary) termasuk kepada pihak-pihak yang tampaknya seolah-olah sangat mustahil.” Ungkapnya.

Dalam prosesi upacara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional ini juga, Kepala BNNK Garut menyampaikan laporan program P4GN & kampanye STOP NARKOBA selama tahun 2015 – 2016 yang telah dilaksanakan BNNK Garut bersama segenap SKPD dan berbagai elemen masyarakat.

Pada kesempatan itu pula BNNK Garut bersama Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Garut menandatangani MOU dalam upaya Program P4GN & Kampanye #stopnarkoba. Pada momen ini juga Bupati Garut H. Rudy Gunawan, SH.MH.MP. menyerahkan 1 unit kendaraan operasional kepada BNNK Garut untuk mengoptimalkan program P4GN.

Usai menggelar upacara, secara simbolis sticker STOP NARKOBA 2016 #?stopnarkoba? #?hani2016? ditempelkan pada beberapa kendaran dinas instansi di Kabupaten Garut. Bupati Garut menginstruksikan penempelan sticker ini di seluruh kendaraan dinas baik roda 2 dan roda 4.

“Disamping kegiatan yang dibiayai DIPA, dengan rasa bangga kami sampaikan bahwa di lingkungan masyarakat Garut telah tumbuh kesadaran untuk mendapatkan pemahaman tentang narkoba dan bahayanya. Sampai bulan ini (Juni 2016/ red) BBNK Garut telah melayani permintaan penyuluhan lebih dari 50 lembaga dengan jumlah peserta hampir 6.000 orang.” Jelasnya.

Dijelaskannya, dalam rangka mencegah terulangnya prilaku kriminal penanaman ganja di daerah rawan penanaman ganja yang sudah terjadi sebanyak 5 kali, BNNK Garut bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Garut. Kerjasama yang dilakukan BNNK ini berupa pemberdayaan kelompok tani kopi.

“Kami juga memberikan pengetahuan tentang ciri dan sifat tanaman ganja, serta sistem komunikasi dalam rangka membangun kewaspadaan dini dari ancaman penanaman ganja.” Tukas Anas.

Anas menyebutkan, pihaknya secara bertahap akan melakukan test urin kepada SKPD untuk menjamin terciptanya aparatur negara yang terbatas dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Diakuinya di bidang rehabilitasi tahun 2015 ada sebanyak 128 orang rawat jalan dan 6 orang diantaranya dirawat inap.

“Tahun 2016 baru 8 orang dirawat jalan. Di Bidang Pemberantasan tahun ini kami telah mengamankan 7 orang pelaku dengan barang bukti hampir 2 kg ganja.” Punkasnya. (ER/ adv)***