Pergi ke Garut Jangan Lupa Bawa KTP, Klau Tidak Ini Akibatnya

KOTA, (GE).- Sejumlah warga terjaring dalam operasi yustisi. Targetnya warga yang melintas tanpa memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut menggelar razia kartu tanda penduduk (KTP) di Jalan Ahmad Yani atau kawasan Pengkolan.

Sejumlah warga yang melintas baik pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor dihentikan petugas untuk memeriksa KTP. Warga yang masih memiliki KTP konvensional diminta untuk menyerahkannya.

Selain itu, warga juga diimbau untuk segera membuat KTP elektronik (KTPel). Petugas juga mendata warga yang kedapatan belum memiliki KTP.

Seli Rizki (27), warga Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kaler mengaku kaget dengan operasi yang dilakukan di Pengkolan itu. Seli yang belum memiliki KTPel itu harus menyerahkan KTP konvensional miliknya.

“Tadi didata saja. Memang belum punya (KTPel) terus disuruh buat. Nanti juga disuruh ke kantor dinas buat bikin,” kata Seli, Selasa (31/5).

Dari keterangan petugas Disdukcapil, lanjut Seli, ia telah didaftarkan untuk membuat KTPel. Meski cukup keberatan, namun Seli tak menolak saat KTP lama miliknya diminta petugas.

Kasi Trantib Kecamatan Garut Kota, Ahmad R. Budiman, mengatakan operasi tersebut untuk menertibkan penggunaan KTP konvensional yang masih dimiliki masyarakat. Pasalnya masih banyak masyarakat yang memegang KTP ganda.

“Tadi dari hasil pemeriksaan ke warga ada yang punya KTP lama dan KTPel. Makanya saat ada yang punya KTP lama ditarik sama petugas Disdukcapil,” ujar Ahmad disela operasi KTP.

Menurut Ahmad, lebih dari 100 orang terjaring dalam operasi itu. Mulai dari masyarakat yang tengah berbelanja hingga para PNS. Operasi yang digelar setahun sekali itu untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya KTPel. Farhan SN***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN