Nita K Wijaya Perempuan Pejuang, Pejuang Perempuan

Oleh :  Ari Maulana Karang
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia
Bidang Advokasi dan Jaringan P2TP2A Garut

Jumat (14/9/2018) siang, salahsatu tokoh pergerakan perempuan dan anak di Garut Nitta K Widjaya yang biasa dikenal dengan Bunda Nitta, berpulang ke Rahmatullah setelah lebih dari 10 hari mendapatkan perawatan di RSU dr Slamet Garut.

Kenangan panjang perjuangan Almarhumah pun, langsung terbangun dari alam bawah sadar terdalam. Lebih dari 10 tahun saya mengikuti perjuangan Almarhumah melakukan advokasi hak-hak perempuan dan anak di Garut ditengah berbagai keterbatasan.


Isu perempuan dan anak, pada masa itu belumlah terlalu seksi menjadi bahasan di berbagai forum. Namun, Almarhumah konsisten terus berjuang hingga mampu membuka mata dan hati saya untuk ikut bergerak.

Konsistensi dan spesialisasi, ini meniadi satu kelebihan dalam pergerakan Bunda Nitta. Dirinya konsisten berjuang memperjuangkan hak-hak perempuan lebih dari 25 tahun. Dari mulai menyuarakan di berbagai forum, hingga turun langsung membantu perempuan dan anak yang berhadapan dengan hukum.

25 tahun lebih melakukan perjuangan hak-hak perempuan dan anak, bukan waktu sekejap. Banyak forum-forum di berbagai level dari lokal hingga nasional didatangi hanya untuk menyuarakan hak-hak perempuan dan anak. Hingga, akhirnya muncullah berbagai kebijakan pro perempuan dan anak dari pemerintah.

Salahsatu pondasi yang ikut didorong adalah dibentuknya satu kementerian khusus yang membidangi pemberdayaan perempuan. Dari kementerian ini pula turun banyak kebijakan pro perempuan dan anak.
Di tingkatan kabupaten Garut, Bunda Nitta menjadi salahsatu tokoh kunci yang memperjuangkan peningkatan pelayanan terhadap perempuan dan anak yang berhadapan dengan hukum.

Salahsatu hasil perjuangannya adalah adanya lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Garut.
Dua lembaga ini, menjadi ujung tombak dari pelayanan perempuan dan anak yang berhadapan dengan hukum. Bukan hanya melakukan advokasi hukum, dua lembaga ini pun memberikan pelayanan penanganan trauma bagi para korban.

Kegigihan dan keberanian Bunda Nitta, juga berhasil membuka mata pemerintah daerah untuk mulai mau memberikan perhatian lebih terhadap perempuan dan anak. Salahsatu buktinya adalah berdirinya social centre yang dibangun oleh Pemkab Garut yang didalamnya berdiri megah bangunan kantor P2TP2A Kabupaten Garut.

Keberpihakan Pemkab Garut pada isu-isu perempuan dan anak, memang tidak lepas dari komitmen kepala daerah yang begitu besar terhadap isu perempuan dan anak. Hal ini juga tak lepas dari kemampuan Bunda Nitta melakukan pengarusutamaan isu hingga pemerintah tergerak.

Saat ini, ditengah begitu besarnya perhatian pemerintah daerah akan isu perempuan dan anak lewat penguatan kelembagaan dan dukungan moral. Sang Pejuang berpulang ke pangkuan-Nya. Meski perjuangan masih belum tuntas.

Namun, Allah SWT maha mengetahui yang terbaik atas hambanya. Meski Bunda tak pernah menyebut kata lelah dalam berjuang, Sang pemilik hidup telah memberikan pilihan terbaik untuk Bunda agar berada disisi-Nya.

Selamat jalan Bun, doa kami menyertaimu. Perjuanganmu menjadi inspirasi buat kami. Banyak cinta telah kau tebar, buahnya pasti bisa dinikmati di surga-Nya. Banyak nilai telah kau tanam, rindangnya pohon nilai akan meneduhimu di surga-Nya.

Perempuan pejuang, pejuang perempuan semangatnya akan tetap hidup sepanjang masa. (*)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI