Penyerahan Asset TPS Pasopati Limbangan Diwarnai Ketegangan

LIMBANGAN, (GE).- Menyusul selesainya pembangunan Pasar Limbangan yang diikuti dengan seruan kepindahan bagi para pedagang sejak tanggal 21 April lalu, akhirnya PT. Elva Primandiri selaku pengembang, Selasa, (10/5) secara resmi menyerahkan asset pasar darurat yang ada di Lapang Pasopati kepada Pemerintahan Desa Limbangan Tengah selaku pemangku wilayah lokasi pasar sementara tersebut.

Selain Direktris PT. Elva Primandiri, Elva Waniza dan Perangkat Desa Limbangan Tengah, hadir pula dalam acara tersebut para pedagang pasar dan aparat keamanan dari berbagai satuan, baik Kepolisian, Satuan Brimob, TNI maupun Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Garut.

Elva Waniza menyebutkan, penyerahan asset tersebut merupakan salah satu bentuk ucapan terimakasih kepada pemerintahan Desa Limbangan Tengah yang telah memberikan fasilitas dan dukungan selama pelaksanaan pembangunan Pasar Limbangan dengan telah menampung para pedagang selama lebih dari dua tahun. “Ini sebagai salah satu bentuk terima kasih kami selaku pengembang yang merasa telah banyak dibantu selama proses pembangunan. Saya berharap asset bekas pasar darurat tersebut bisa dimanfaatkan oleh Desa Limbangan,” tutur Elva.

Selain penyerahan asset TPS Lapang Pasopati, kata Elva, juga akan diikuti dengan pencabutan sambungan listrik ke pasar darurat tersebut terhitung mulai Selasa (10/5) yang akan dilakukan para instalatir dari PLN Rayon Leles. “Ini kami lakukan, karena itu merupakan bagian dari kontrak kerja sama dalam pembangunan pasar darurat dua tahun lalu, yang kini masa kontraknya telah habis,” imbuhnya.

Menurut Elva, pembangunan fasilitas pasar sementara di Lapang Pasopati tersebut, dulu menghabiskan biaya sekitar Rp. 2 milyar. “Tentu saja setelah digunakan selama lebih dua tahun ini, nilai assete tersebut sudah jauh berkurang. Tetapi, paling tidak assete tersebut saya harapkan masih bisa dimanfaatkan oleh pemerintahan desa dan masyarakatnya,” kata Elva.

Lebih lanjut Elva mengungkapkan, pasca pembersihan Lapang Pasopati dan kepindahan para pedagang ke Pasar Limbangan yang baru, pihaknya akan segera melakukan pemugaran Lapang dan perbaikan jalan menuju lapang tersebut.

“Tadi sempat sebagian masyarakat meminta pembangunan jalan dengan betonisasi, tapi karena pertimbangan besaran biaya dan waktu pengerjaan yang relatif lama, maka kami tetap akan membangun jalan sesuai janji awal dulu, yaitu dengan hotmix kelas satu. Nah, untuk lapang Pasopati akan kami pugar sebagus lapang Arsenal lah,” ungkapnya sambil berseloroh.

Sempat diwarnai ketegangan dalam pertemuan tersebut, karena sebagian para pedagang masih belum bersedia pindah ke tempat yang baru. Bahkan sejumlah Ketua RW di Desa tersebut sempat menuding pihak Kepala Desa Limbangan Tengah telah mengambil keputusan sepihak tanpa berkoordinasi dengan perangkat desa lainnya termasuk kepada para Ketua RW.

Dari pantauan “GE” sejumlah pedagang masih bersikukuh untuk menolak pindah dan akan tetap melawan, dengan alasan masih ada masalah yang belum selesai antara mereka dengan pihak pengembang.Bahkan, dari para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L) juga sempat mengajukan penangguhan pencabutan sambungan listrik kepada PLN tertanggal 9 Mei 2016, hingga permasalahan dilapangan dinyatakan selesai.

Kisruh antara para pedagang dengan pengembang Pasar Limbangan ini juga menimbulkan keprihatinan bagi masyarakat Limbangan Tengah yang non pedagang. Dia menyebutkan kepentingan semua pihak harus dilindungi. “Upami bade pindah bade iraha oge mangga, tapi kahoyong mah ulah aya anu tersakiti, ulah terjadi kaributan diantara warga, eta wungkul ari sim kuring salaku warga mah, era ku batur,” kata Wawan, Ketua RW.9, Desa Limbangan Tengah yang juga mengaku bukan pedagang.

Ditanya apakah warga merasa terganggu selama adanya pasar darurat di daerahnya, Wawan mengaku, mungkin saja terganggu, tapi kata Wawan, mereka sebagian besar warga setempat juga. “Nya upami kaganggu mah, mungkin wae, tapi kan aranjeuna seuseurna urang dieu oge. Janten nya kedah saling maklum wae,” ujar Wawan.

Hingga berita ini ditulis, suasana di Pasar Pasopati masih tampak tegang, puluhan pedagang masih mondar mandir di depan pasar darurat, seakan sedang bersiap siap untuk melawan jika pembongkaran akan dilakukan pada saat itu. Sementara, pihak aparat keamanan termasuk satuan Brimob juga tampak bersiap menunggu intruksi apa yang akan dilakukan. (Slamet Timur).***