Penundaan DAU, Pemborong di Garut Tetap Resah

PENDOPO, (GE).- Pemerintah optimis bisa membayar segala kewajibannya kepada para pemborong, termasuk gaji PNS dan honor di Tahun 2016 ini. Namun, akibat penundaan DAU masih menimbulkan keresahan di kalangan para pengusaha.

“Kita lihat kas posisi kita, akan ada penambahan dana transfer dan kita memiliki saldo sekitar Rp. 250 miliar. Kita juga percaya akan ada pencairan DAU sebelum akhir tahun,” tutur Sekda Kabupaten Garut, Iman Alirahman, pada acara sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan RI nomor 125/PMK 07/2016 di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (31/08), yang dihadiri para pemborong.

Meski sudah diberikan penjelasan rinci oleh Sekda soal kondisi keuangan daerah, namun kebanyakan pemborong tetap merasa resah. Mengingat belum ada kepastian waktu pembayaran untuk proyek-proyek yang sudah selesai pengerjaannya. Bahkan beberapa diantaranya sempat mempertanyakan keoptimisan Pemkab Garut dalam melaksanakan kewajibannya.

“Bagaimana Pemkab Garut bisa optimis dengan kondisi keuangan saat ini, akibat tertundanya DAU? Sedangkan Pemerintah pusat sendiri tengah dalam keadaan yang tidak kondusif. Jadi sebaiknya Pemkab jangan memberikan harapan,lebih baik yang pasti saja waktu pembayarannya kapan,” kata Lanlan, pemborong yang mengikuti acara tersebut sejak awal.

Pada kesempatan tersebut, Sekda juga sempat mengemukakan ketidakmengertiannya terhadap kebanyakan pemborong yang tidak mau mengambil uang muka untuk mengerjakan proyek yang menjadi haknya. “Kenapa banyak rekanan yang tidak mau memanfaatkan uang muka? padahal Pemda tidak pernah melarang pengambilan uang muka, karena itu hak para pengusaha, sesuai ketentuan peratura pemerintah nomor 70 Tahun 2012,” katanya.

Menanggapi soal uang muka proyek tersebut, ternyata masih ada diantaranya yang belum tahu tata cara pengambilannya. Tak sedikit pula yang justru enggan memanfaatkannya, dengan alasan sulit dalam pencairannya, karena prosedurnya tidak mudah,” jangankan mencairkan uang muka, untuk mencairkan uang proyek yang sudah selesai saja susah,” ungkap pemborong berinisial RTH.

Ia pun mengaku waswas dengan kondisi saat ini, terkait dengan waktu pembayaran yang akan dilakukan pemkab Garut terhadap para pemborong, yang belum ada kepastian. Sebelumnya Bupati Garut Rudy Gunawan dengan tegas menyebutkan, kalau liquiditas Pemkab Garut cukup tinggi, karena Pemkab Garut masih sangat banyak uang. (Dief)***