Pengusaha Kulit Membandel Terancam Pencabutan Izin Usaha

GARUT, (GE).- Desakan warga Sukaregang yang terdampak limbah pengolahan kulit mendapat respon positif. Camat Garut Kota Bambang Hafid yang ikut menengahi warga berjanji akan bertindak tegas kepada pengusaha kulit yang membandel.

“Sebenarnya pemerintah sudah membangun fasilitas Ipal agar limbah kulit ini tidak dibuang langsung ke sungai. Tapi pengusaha banyak yang nakal. Intinya mereka tidak mau repot,” kata Camat.

Oleh sebab itu, kata camat, ia akan bertindak tegas kepada pengusaha yang membandel. Bahkan ia mengancam akan mencabut izin usaha jika ada pengusaha yang masih membuang limbah kulit langsung ke sungai.


“Pokonya intruksinya akhir Desember harus sudah memiliki IPAL atau menggunakan yang ada. Kalau tidak ya harus ditindak. Mungkin izin usahanya akan dicabut,” ancam dia.

Camat melanjutkan, dalam surat edaran yang dibagikan 18 Agustus lalu, Dinas Lingkungan Hidup Garut meminta seluruh pengusaha pengolahan kulit untuk menggunakan fasilitas IPAL yang tersedia saat ini.

“Sebenarnya kita kasi peringatan dua tahun lalu, ternyata setelah dua tahun tidak ada reaksi apa-apa. Semoga dengan adanya demo ini ada reaksi juga buat pengusaha,” ujar dia mengingatkan.

Tidak hanya itu, untuk membantu kebutuhan air bersih warga, lembaganya telah meminta dinas PUPR untuk menyediakan fasilitas air bersih untuk beberapa titik pemukiman warga di sekitar kawasan pengolahan industri kulit Sukaregang. Tujuannya agar warga yang air sumurnya tercemar limbah bisa terbantu.

“Ya meski tidak menjadi solusi permanen. Namun minimal ada penanggulangan jangka pendek,” pungkasnya. (MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI