Pengungsi Banjir Bandang di Garut Mulai Keluhkan Sakit

KOTA, (GE).- Perawat Posko Pengungsian, Ita Rosita menerangkan, di hari ketiga mengungsi banyak yang mulai sakit. Ada tiga jenis sakit yang sering dirasakan ibu-ibu dan anak-anak.
“Pengungsi sering sakit perut, gatal-gatal dan pusing,” terang Ita.
Sakit perut dan gatal-gatal sering dialami anak-anak. Sementara, ibu-ibu lebih sering mengalami pusing. Diterangkan Ita, kemungkinan penyebab sakit perut dan gatal-gatal karena toilet terlalu sering dipakai oleh banyak orang.
Ia mengatakan, ibu-ibu juga banyak yang mengaku masih sering terbayang-bayang kejadian saat air bah menerjang rumah dan keluarga mereka. Artinya di hari ketiga, kekagetan mereka masih belum hilang dari ingatan korban.
Kebutuhan makan para pengungsi tercukupi, mereka makan tiga kali sehari dan diberi makanan ringan berupa biskuit. Selain itu, disediakan juga susu buat para pengungsi.
Setiap hari kesehatan para pengungsi diperiksa. Jika ada pengungsi yang sakit parah, dia dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Guntur Garut. Sampai hari ini ada 175 pengungsi di Posko Pengungsian Korem 062 Tarumanagara. Di antaranya ada 85 perempuan dan 90 laki-laki.
Dalam 175 pengungsi ada empat bayi berusia 0 – 11 bulan, 17 balita, 22 anak-anak, 31 orang lansia, dua ibu hamil dan empat ibu menyusui. Sebanyak tujuh anak-anak mengikuti kelompok pendampingan berkebutuhan khusus.
Sampai Kamis (23/9) pukul 18.30 WIB, sudah ditemukan 28 jenazah korban banjir bandang. Diperkirakan masih banyak yang hilang, pencarian korban pun terus berlanjut. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI