Penggali Pasir Meninggal, Pengelola : Itu di Luar Tanggung Jawab Kami

GARUT, (GE).- Peristiwa meninggalnya seorang penggali pasir di kawasan Cilopang mulai terkuak. Informasi yang dihimpun, penggali pasir nahas tersebut bernama Hendar (45), warga Kampung Bojong, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Korban tewas setelah tertimpa pohon pinus saat melakukan aktivitas penggalian pasir pada Rabu (25/1/2017) petang.

Saat dimintai tanggapannya, pemilik lahan kawasan Cilopang, Usep Jaenal Aripin, tak membantah adanya peristiwa tersebut. Hanya saja menurutnya hal itu di luar tanggung jawab pihaknya dengan alasan pengelolaan galian pasir dan batu di kawasan itu sudah diserahkan kepada pihak Desa Rancabango.

“Memang benar, kami telah mendengar adanya seorang penggali pasir yang tewas akibat tertimpa pohon pinus di kawasan Cilopang. Namun hal itu bukan merupakan tanggung jawab saya karena masalah pengelolaan pemanfaat pasir dan batu sudah saya serahkan ke pihak desa,” kata Usep.


Menurut Usep, dirinya saat ini hanya bertanggung jawab terhadap lahan yang digunakan sebagai tempat pengembangan kawasan wisata di tempat itu. Oleh sebab itu, Usep mengaku tak bisa memberikan komentar lebih jauh.

Wakil Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Rancabango yang juga pengelola galian pasir dan batu di kawasan Cilopang, Endang, mengungkapkan, korban tertimpa pohon saat hujan deras disertai angin kencang. Namun menurutnya, saat itu korban bukan sedang menggali pasir tapi sedang mencari kayu bakar.

“Benar ada seorang penggali pasir bernama Hendar yang tewas tertimpa pohon pinus di lokasi penggalaian pasir Cilopang. Namun saat itu korban tengah mencari kayu bakar sepulangnya menggali pasir,” ucap Endang.

Terkait kabar yang beredar bahwa ada dua orang penggali pasir yang tertimpa pohon saat kejadian, Endang mengku dia hanya mendapat laporan hanya satu orang yaitu korban yang tewas bernama Hendar. Korban meninggal tak lama setelah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut.

Sementara itu, penanggung jawab Cilopang Adventure Camp, Wili, mengaku sempat memberikan pertolongan kepada korban. Ia menuturkan, korban sempat dibawa turun oleh para penggali yang melihat langsung korban tertimpa pohon hingga kawasan danau Cilopang.

“Saya sempat memberikan pertolongan pertama kepada korban di tempat tersebut hingga kemudian dievakuasi. Korban ini sempat dibawa dahulu ke rumahnya, untuk koordinasi akan dibawa ke rumah sakit mana, akhirnya di bawa ke Bethesda dan dirontgen. Di Bethesda itu diketahui, ada tiga tulang iga yang patah dan akhirnya dirujuk ke RSU dr Slamet,” kata Wili.

Willi memaparkan, penanganan medis terhadap korban di IGD RSU dr Slamet Garut tak lebih dari satu jam. Sekira 45 menit kemudian, korban meninggal dunia akibat luka parah yang dialaminya.(Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI