Pengerjaan Proyek Drainase Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan

GARUT, (GE).- Sejumlah pengerjaan proyek pembuatan drainase di beberapa titik jalan utama ditenggarai menjadi penyebab beberapa kecelakaan. Hal ini disampaikan Kanit Laka Satlantas Polres Garut, Ipda Hilman Nugraha SH, baru-baru ini. Menurut Hilman, para korban kecelakaan yang mengalami luka, ternyata tidak bisa mendapatkan santunan dari Jasarharja.

Dijelaskannya, seharusnya pengerjaan dan penyimpanan material dilakukan malam hari dengan menggunakan penerangan yang maksimal. Selama ini proses pengerjaan, pengiriman dan penyimpanan material bangunan dilakukan siang hari sehingga selain mempersempit ruas jalan dan mengakibatkan lakalantas.

“Sempat masuk laporan kecelakaan, tapi mereka tidak bisa mendapatkan santunan dari Jasaraharja karena kecelakaannya laka tunggal,” ujarnya, Senin (14/8/17)


Diharapkannya, proses pengerjaan dievaluasi dan dilakukan lebih baik lagi sehingga korban tidak kembali berjatuhan. “Kebanyakan kecelakaan tunggal itu terjadi malam hari karena saat malam tidak ada pengerjaan. Kondisi tempat pengerjaan juga gelap dan material yang tidak habis dibiarkan begitu saja,” ungkapnya.

Tercatat, dalam rentang bulan Agustus (2017), pihakyna sudah melaporkan 9 kejadian diluar kecelakaan tunggal akibat pembangunan di sekitar jalan. Dari 9 kejadian tersebut, 2 orang meninggal dunia, luka ringan 8 orang, dan lima lainnya mengalami luka berat.

“Dari 9 kejadian tersebut, ada 11 kendaraan roda empat dan roda dua yang terlibat kecelakaan, namun kendaraan bermotor roda dua yang mendominasi menjadi penyebab,” ungkapnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI