Pengendara Roda Dua Dominasi Pelanggaran dalam Operasi Patuh Lodaya 2016

KOTA, (GE).- Operasi patuh Lodaya 2016, hingga hari ke 7 pelaksanaan terjaring 1.828 pengendara roda dua dan empat. Pelanggaran paling banyak dilakukan pengendara roda dua. Jenis pelanggaran variatif dari mulai tidak menggunakan helm hingga tidak bisa menunjukkan kelengkapan berkendara.
Kepala Bagian Operasi (KBO) Satuan Lalulintas Polres Garut, Iptu Zainuri, mengatakan secara umum angka pengendara yang terjaring dalam kurun waktu 7 hari pelaksanaan mengalami naik turun. Adapun angka pengendara yang banyak terjaring terjadi pada hari ke- 4 dimana dikeluarkan 298 surat tilang oleh anggota Satlantas Polres Garut.
“Total selama kegiatan operasi patuh selama 7 hari, ada 1828 penindakan karena pelanggaran lalulintas dan 210 terguran kepada warga yang menyebrang sembarangan. Dari 1828 penindakan, di hari H ada 229 yang terjaring, H1 235, H2 268, H3 292, H4 298, H5 272, dan H6 234 pelanggar,” ujarnya, Senin (23/5/2016).
Untuk pengendara roda dua sendiri, lanjut Zainuri, ada 1502 kendaraan yang terjaring dimana mayoritas akibat tidak membawa surat kendaraan saat berkendara. Sedangkan sisanya, mereka (pengendara roda dua) yang tidak menggunakan helm dengan berbagai alasan.
“Memang STNK ini pengendara suka lupa membawa, dengan berbagai alasan yang diutarakan sehingga jumlah yang kami tindak cukup banyak, mencapai 517 kasus,” ucapnya.
Menurut Zainuri, untuk helm, tidak sedikit pengendara yang beralasan karena jarak tempuhnya dekat. Padahal menurutnya, jauh dekat harus tetap selamat dan harus menggunakan helm. Dituturkan, ada 392 pengendara yang ditindak akibat hal itu.
Sementara, untuk mobil dan kendaraan khusus terjaring sebanyak 326 kendaraan, dimana kebanyakan pelanggaran yang dilakukan karena tidak menggunakan sabuk keselamatan. Jumlah terbanyak lainnya selain hal tersebut, adalah akibat tidak membawa STNK dimana jumlah pengemudi roda empat yang terjaring mencapai 87 orang.
Diungkapkan, dari total 1828 yang terjaring tersebut, 68 diantaranya merupakan pegawai negeri sipil (PNS), 1227 karyawan swasta, 384 mahasiswa, dan pengemudi 149 orang. Sementara, barang bukti pelanggaran yang diamankan diantaranya 264 surat izin mengemudi (SIM), dan 1564 surat tanda nomor kendaraan (STNK).
Secara keseluruhan, ucapnya, ada 1513 kendaraan roda dua yang di tilang, diantaranya 156 mobil penumpang, 24 bus, dan mobil barang 132. Sedangkan, usia pelanggar yang ditindak bervariasi, yaitu  0-15 tahun 71, 16-20 tahun 195, 21-25 tahun 424, 26-30 tahun 366, 31-35 tahun 288, 36-40 tahun 179, 41-45 tahun 131, 46-50 tahun 87, 51-55 tahun 45, 56-60 tahun 25, dan 60 keatas 17 orang. Farhan SN***