Pengembang Perumahan Cluster Sari Wates Didemo Warga, Ini Penyebabnya

SEJUMLAH warga saat menggelar aksi unjuk rasa menuntut pengembang perumahan membangun jalan lingkungan di Garut, Kamis (5/1/2017).*

GARUT, (GE).- Ratusan warga Kampung Cogreg, Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat berbondong-bondong mendatangi komplek perumahan Cluster Sari Wates Residence. Hal ini dilakukan karena pihak pengembang dirasa telah mengingkari janji mereka yang akan membuatkan sumur bor serta akan memperbaiki benteng yang menutupi komplek perumahan yang hampir ambruk serta akan berdampak pada pemukiman warga yang berada di bawah bangunan perumahan.

Ratusan warga sudah mulai menduduki Komplek Perumhan tersebut sejak siang. Bahkan mereka membentangkan spanduk yang menuding pihak pengembang telah berbohong untuk memenuhi tuntutan keluhan warga yang akan terkena dampak akibat buruknya pembangunan benteng. Mereka terus meneriaki pihak pengembang dengan kata-kata kasar.

” Kami sudah merasa tertipuĀ  oleh pihak pengembang. Sudah dua tahun janji-janjinya tidak ditepati, terlebih benteng yang menutup perumahan kondisinya sangat buruk jika ambruk akan menimpa rumah warga yang ada di bawah,” ungkap salah satu warga Eka (27), Kamis (05/1/2017) pada wartawan.


Menurutnya, pihak pengembang sudah tidak memiliki itikad baik untuk memenuhi tuntutan warga yang akan terkena dampak jika benteng setinggi 15 meter tersebut ambruk. Pasalnya kondisi bangunan tersebut berada tepat diatas pemukiman warga. Terlebih lagi terdapat saluran air yang kondisinya sudah bocor.

” Sebagian benteng sudah ambruk untung saja tidak menimpa rumah warga. Bahkan pihak pengembang juga berjanji akan membangunkan sumur artesis bagi warga Kampung Cogreg,” cetusnya dengan nada geram.

Kemarahan para warga akhirnya bisa diredam setelah petugas Kepolisian langsung mengamankan jalannya aksi. Bahkan sebelumnya warga juga akan berbuat anarkis dengan merusak pasilitas perumahan yang ada.

Sementara ditempat terpisah pengembang Perumahan Cluster Sari Wates Residence, Fahrurozi Edward, mengatakan, pihaknya akan memenuhi tuntutan warga, yakni keinginan mereka untuk dibuatkan sumur artesis. ” Memang tuntutan mereka sudah lama, namun karena ada kendala teknis maka tuntutannya belum bisa direalisasikan. Insya alloh akan kami realisasikan secepatnya,” ujranya.

Terkait dengan prsoalan bangunan benteng yang kondisi bangunannya sangat buruk dan akan menimpa pemukiman warga, Fahrurozi Edward, menilai bangunan benteng yang saat ini berada dijamin aman. Hanya saja kondisi tanah yang ada memang tidak rata sehingga untuk keamanan warga dibangunkan bronjong.

” Kami yakin aman tidak akan terjadi bencana, apalagi pada saat hujan besar saja benteng tersebut tidak ambruk,” tegasnya. (Hakim)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI