Pengangkatan Plt Disdik tidak Sesuai dengan Ajuan ke DPRD

Wakil Ketua Komisi A DPRD Garut, Yuda Fuja Turnama

GARUT (GE).- Penetapan Djajat Darajat sebagai pelaksana tugas (Plt) sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, masih menjadi kontroversi. Pasalnya, saat ini Djajat memegang jabatan yang cukup berat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Garut. Selain itu, ternyata pengajuan nama Plt Disdik dinilai diputuskan tidak sesuai dengan ajuan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut.

“Waktu itu Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sempat mengutarakan akan mengangkat Plt Kadisdik dari Asda. Sedangkan Sekretarisnya dari orang internal Disdik. Tapi pada kenyataannya Plt malah diberikan kepada Djajat,” ujar Wakil Ketua Komisi A, Yuda Fuja Turnawan, saat ditemui di runga kerjanya, Jumat (3/10/17).

Yuda menilai, tugas Djajat sebagai Kadis DPMD sudah sangat berat. Pasalnya ia harus melakukan fungsi pembinaan dan pengawasan ke tiap desa.


Sedangkan, kata Yuda, jumlah desa di Garut mencapai 424 desa. Ditambah lagi rentang geografis yang berjauhan akan menambah kesulitan Djajat untuk memangku dua jabatan di dinas yang besar secara bersamaan.

“Saya khawatir penetapan Djajat sebagai Plt Disdik malah menurunkan capaian kinerja di dua dinas tersebut. Pasalnya tidak akan mudah mengendalikan dua dinas bersar dalam waktu bersamaan,” akunya.

Yuda menambahkan, idealnya jabatan Plt Disdik dipegang oleh Asisten Daerah (Asda). Pasalnya Asda memiliki fungsi sebagai koordinasi. Selain itu, Asda juga pekerjaannya tidak terlalu berat. Jadi untuk menghendel urusan kedinasan akan memiliki waktu yang leluasa.

Yuda membeberkan, formasi yang diusulkan ke DPRD waktu itu adalah, jabatan Plt Kadisdik oleh Asda III, Asep Sulaeman Faruk, sementara untuk Sekretarisnya Yuda Imam Pribadi dan Solih. Ajuan nama-nama tersebut tentunya sudah sesuai kapasitasnya. Namun pada kenyataannya malah Djajat yang dikukuhkan.

“Waktu itu dalam rapat BKD mengusulkan Asda III, Asep Sulaeman Faruq yang akan menjabat Plt Disdik. Tapi kemarin pas penetapan malah orang lain,” kata Yuda.

Yuda menandaskan, jabatan Kadisdik tidak bisa dispekulasikan pasalnya menyangkut dengan hajat hidup orang banyak. Kalau pucuk pimpinannya salah arah, kualitas pendidikan di Garut yang menjadi taruhannya.

Yuda mencontohkan, jangankan diurus oleh orang yang belum pernah berkecimpung dalam pendidikan dulu saja waktu dikendalikan oleh Mahmud banyak program pendidikan yang tidak mengakomodir kepentingan publik. Apalagi, lanjut Yuda, kalau orang yang mengendalikannya sama sekali tak mengerti pendidikan mau dijadikan apa pendidikan di Garut?

“Saya berpikir Jobdes Djajat terlalu berat. Saya khawatir kinerja di dua dinas yang dikendalikannya malah menurun,” pungkasnya.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI